Rabu, 29 Januari 2014

Ragam Gerak Dasar



Macam – macam ragam gerak tari

Masing – masing daearh memilki budaya dan selera yang berbeda – beda. Macam – macam ragam gerak tari adalah sebagai berikut :
1.      Ragam gerak Tari Klasik
Banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatif yang telah distilir atau diperhalus. Tema gerakannya juga menirukan kegiatan manusia dan perangai hewan tetapi gerakannya sudah terpilih dan mempunyai nilai simbolik dengan patokan atau pola – pola gerak yang sudah ditentukan.
2.      Ragam Gerak Tari Kreasi Baru
Paduan beberapa ragam gerak tari tradisional sehingga menjadi bentuk baru. Bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik karena didukung oleh generasi muda dan ditata oleh koreografer yang kreatif
3.      Ragam Gerak Tari Kerakyatan
Bayak menggunakan imitatif dan ekspresif. Gerakannya menirukan kegiatan dan emosi manusia sampai menirukan perangai binatang. Gerak dasar suatu tari dari beberapa kelompok yaitu sebagai berikut :
a.       Gerak kaki
Telapak kaki berperan penting dalam pelaksanaan sikap dan gerak kaki yang bisa menambah keindahan sikap gerak seluruh tubuh. Dasar sikap kaki yang utama adalah sebagai berikut :
1)      Sikap telapk kaki rapat kembar
2)      Sikap telapk kaki rapat silang
3)      Sikap telapk kaki renggang silang
4)      Sikap telapak kaki rapat siku
5)      Sikap telapak kaki renggang
6)      Sikap telapak kaki yang tidak penuh dan banyak menghiasi gerak tari tradisional, diantarnya tumit terangkai kembar (jinjit). Menapak pada ujung kaki kembar
Tekukan kaki pada pergelangan, lutut dan pangkal paha.
b.      Gerak tangan
Merupakan ciri yang menonjol dari seni tari dunia Timur. Pada dunia barat gerak tari lebih menonjolkan gerak kaki sebagai ekspresi ide tari.
c.       Gerak bahu dan kepala
Gerakan ini sangat berperan pada tarian tradisi ketimuran disamping menjadi pelengkap pada gerak yang dapat memperkuat suatu sikap atau gerak
d.      Gerak mata
Gerakan ini pelengkap dari sikap dan gerak kepala dalam mewujudkan keterpanaan pengungkapan bersama anggota badan lain
e.       Gerak lambung
Sikap dan gerak lambung mengesankan bentuk badan membesar

Ragam Gerak dasar putra Gagah
Macam gerak Rantaya Putra Gagah antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.      Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.       Lumaksana Kambeng
d.      Lumaksana Kalang Tinantang
e.       Lumaksana Bapang
f.       Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
g.      Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
h.      Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)

pagelaran



Pagelaran Tari

Beberapa hal yang sangat mendukung suksesnya kegiatan pagelaran adalah sebagai berikut:
1.      Kegiatan persiapan
Kegiatan persiapan adalah sebagai berikut.
1.       Jenis tari
Memilih jenis tarian apa yang akan ditampilkan apakah tari tradisional, modern atau campuran tradisional dan modern
2.       Merancang pola lantai
Merancang pola lantai yang akan ditampilkan sesuai dengan jumlah penari
3.       Melatih gerakan tari
Melatih dengan sungguh dan teratur agar setiap penari dapat melakukan gerakannya yang kompak dan harmonis.
4.       Tata busana
Menyiapkan kostum atau buasana yang akan dipakai oleh penari, baik busana tari tradisional atau tari modern
5.       Tata rias wajah
Menyiapkan alat – alat rias wajah, untuk mempercantik penampilan seorang penari saat tampil di pentas
6.       Property / alat bantu
Beberapa alat bantu yang dipakai penari
2.      Kegiatan pagelaran
Kegiatan dalam pagelaran adalah sebagai berikut
1.       Musik pengiring
Menyiapkan musik pengiring sesuai dengan kesepakatan dengan penari
2.       Tata panggung
Menyiapkan panggung pentas seni, sebagai tempat pementasan seni tari dari beberapa penari, dari beberapa jenis tari. Panggung pentas seni harus disesuaikan dengan luas dan besarnya formasi yang dibuat penari dalam menampilkan tariannya.
3.      Pagelaran
Pagelaran harus ditentukan dengan tepat, waktu, kapan diadakannya pagelaran tari, jadawal dan tempat

Rabu, 21 Agustus 2013

nilai keindahan tari



NILAI KEINDAHAN TARI ( UNSUR – UNSUR KEINDAHAN TARI)

Hasil karya seni merupakan ungkapan perasaan yang dibentuk dari unsure – unsure yang dipadu menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dapat dinikmati secara estetis. Seorang seniman mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk karya seni untuk dinikmati nilai – nilai keindahannnya oleh para penikmat seni. Untuk memahami keindahan hasil karya seni, masing – masing mempunyai tolok ukur / criteria sendiri – sendiri. Pada gaya Surakarta nilai – nilai keindahan tari terangkum dalam Hasta Sawanda dan wiraga, wirama dan wirasa. Adapun hasta sawanda artinya hasta berarti delapan, sa / esa artinya satu, wanda artinya muka / badan. Jadi hasta sawanda berarti delapan ketentuan normative yang menjadi satu kesatuan untuk diterapkan bagi seorang penari agar membawakan suatu tarian dengan baik. Unsure – unsure pada hasta sawanda adalah :
1.      pacak        : merupakan suatu norma / ketentuan yang harus di terapkan dan ditaati dalam gerak atau pacak adalah keseluruhan ekspresi gerak pada setiap tarian tertentu. Misalnya dalam membawakan tokoh srikandhi pacaknya berbeda dengan tokoh shinta meskipun karekter tarinya sama – sama tari putrid.
2.      Pancat      : pola kesinambungan antara motif gerak satu dengan motif gerak lainnya. Dalam bentuk tari terdiri dari beberapa macam gerak yang dirangkai atau disusun secar berurutan, pergantian gerak harus serasi dan dibawakan secara luluh / menyatu.
3.      Ulat          : sikap pandangan / polatan / ekspresi wajah pada waktu menari sebagai upaya untuk mencapai dramatic peran yang dibawakan, seperti ekspresi gembira, sedih, gelisah dan lain sebagainya.
4.      Lulut        : hafal secara keseluruhan dengan insting. Penari yang sudah menerapkan lulut maka gerakan – gerakan tarinya akan keluar dengan sendirinya tanpa harus mengingat / menghafal.
5.      Wiled       : kreatifitas penari yang diterapkan pada saat  melakukan gerakan tari, sehingga dapat dikatakan wiled merupakan gaya pribadi setiap penari.
6.      Luwes      : gerakan pada tari yang selalu enak dalam pandangan. Keluwesan penari lebih banyak dipengaruhi oleh factor pembawaan atau bakat seseorang.
7.      Irama        : ketukan – ketukan tertentu yang mengatur cepat lambatnya gerakan tari. Penari harus dapat menepati irama artinya tidak boleh mendahului ataupun ketinggalan dalam irama tersebut.
8.      Gendhing             : seorang penari harus memahami dan mampu menerapkan bentuk – bentuk gendhing sebagai iringan tari dan dapat mengetahui saat jatuhnya kethuk, kenong, kempul dan gong.    

Selasa, 20 Agustus 2013

Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta (Rantaya)

Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta (Rantaya)
Rantaya berasal dari kata paran (apa) dan taya (mataya, tari). Menurut sumber lain bahwa rantaya yang berasal dari kata 'rante' dan 'taya'. Yang artinya didalam rantaya ada sebuah gerakan belajar berjalan atau didalam istilah tari dinamakan Lumaksana.
Jenis rantaya dibagi menjadi 3 macam :
1.       Rantaya Putri
2.       Rantaya Putra Alus
3.       Rantaya Putra Gagah
Pembagian jenis Rantaya diatas maing-masing mempunyai bentuk yang berbeda, adapun perbedaannya terletak pada ukuran lebar dan sempitnya bentangan baik kaki maupun tangan juga volume dan ruang lintasan geraknya.

1.      Macam Gerak Rantaya Putri antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Lembehan Kanan
d.       Lumaksana Ridhong Sampur
e.        Lumaksana Nayung
f.         Lumaksana Keputren
g.       Gerak Penghubung : Sindhet Kiri (4 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
j.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)
k.       Gerak Penghubung : Srisig (4/8/12 hitungan, disesuaikan dengan kebutuhan)
2.      Macam gerak Rantaya Putra Alus antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Dhahap Hanuraga
d.       Lumaksana Dhadhap Impuran
e.        Lumaksana Bang-bangan / Bambangan
f.         Lumaksana Nayung
g.       Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
j.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)
k.       Gerak Penghubung : Srisig (4/8/12 hitungan, disesuaikan dengan kebutuhan)
l.         Macam gerak Rantaya Putra Gagah antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Kambeng
d.       Lumaksana Kalang Tinantang
e.        Lumaksana Bapang
f.         Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
g.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)