Selasa, 07 Agustus 2018

KONSEP KEINDAHAN


BAB III
KONSEP KEINDAHAN

A.    PENGERTIAN KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya. Mengenai batasan keindahan pada umumnya dapat digolongkan pada 2 kelompok, yaitu:
1.      Definisi-definisi yang bertumpu pada obyek (keindahan yang obyektif )
keindahan obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan dan benar-benar nyata keberadaannya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya.
2.      Definisi-definisi yang bertumpu pada subyek (keindahan yang subyektif).
keindahan subyektif, adalah keindahan yang biasanya ditinjau dan segi subyek yang tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, namun dapat dirasakan dengan cara menghayatinya dalam hati, contoh dari keindahan ini adalah sikap yang ditimbulkan oleh seseorang. Dalam hal ini keindahan adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang, suka, dan menambah penilaian yang tinggi terhadap sesuatu yang dilihat dan dirasa pada diri si penghayat tanpa diiringi keinginan-keinginan terhadap segala sesuatu yang praktis untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi.
Menurut Hebert Read Jadi keindahan itu adalah sesuatu kesatuan hubungan-hubungan yang formal daripada pengamatan yang dapat menimbulkan rasa senang (Beauty is unity of format relation among our sence perceptions). Atau keindahan itu merangsang timbulnya rasa senang tanpa pamrih pada subyek yang melihatnya, dan bertumpu kepada ciri-ciri yang terdapat pada obyek yang sesuai dengan rasa senang itu. Berdasarkan pandangan tersebut di atas, maka kita dapatkan batasan keindahan yang bermacam-macam, sebanyak para ahli yang memberi batasan itu. Di bawah ini dikemukakan beberapa diantaranya adalah:
1. Menurut Leo Tolstoy (Rusia)
Dalam bahasa Rusia terdapat istilah yang serupa dengan keindahan yaitu “krasota”, artinya that wich pleases the sigh atau suatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia tidak punya pengertian keindahan untuk musik. Jadi menurut Leo Tolstoy, keindahan itu adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.
2. Menurut Alexander Baurngarten (Jerman)
Keindahan itu dipandang sebagai keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur daripada bagian-bagian, yang bagian-bagian itu erat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan keselunuhan. (Beauty is on of parts in their manual relations and in their relations to the whole).
3. Menurut Sulzer
Yang indah itu hanyalah yang baik. Jika belum haik, ciptaan itu belum indah. Keindahan hartis dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.
4. Menurut Winchelman
Keindahan itu dapat terlepas sama sekali daripada kebaikan.
5. Menurut Shaftesbury (Jerman)
Yang indah itu adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena yang proporsinya harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah yang baik.
6. Menurut Humo (Inggris)
Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.
7. Menurut Hemsterhuis (Belanda)
Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengamatan-pengamatan yang menyenangkan itu.
8. Menurut Emmanuel Kant
Meninjau keindahan dan 2 segi. Pertama dan segi arti yang subyektif dan kedua dan segi arti yang obyektif.
a. Subyektif: Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada si penghayat.
b. Obyektif: Keserasian dan suatu obyek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh obyek ini tidak ditinjau dan segi gunanya.
9. Menurut at – Ghazzali
Keindahan sesuatu benda terletak di dalam perwujudan dan kesempurnaan, yang dapat dikenali kembali dan sesuai dengan sifat bcnda itu. Misalnya sebuah karangan (tulisan) yang paling indah ialah yang mempunyai semua sifat- sifat perfeksi yang khas bagi karangan (tulisan), seperti keharmonisan huruf-huruf, hubungan arti yang tepat satu sama lainnya, pelanjutan dan spasi yang tepat dan susunan yang mcnyenangkan. Di samping lima rasa (alat) untuk mengemukakan keindahan di atas, Al Ghazzali juga menambahkan rasa keenam, yang disebutnya dengan “ruh”, yang disebut juga sebagai “spirit”, “jantung “pemikiran”, “cahaya”. Yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam (inner world) yaitu nilai-nilai spiritual, moral dan agama. Pengertian keindahan menurut luasnya ada tiga, yaitu keindahan dalam arti yang luas, keindahan dalam arti estetis murni, keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Keindahan dalam arti yang luas Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi : keindahan semi, keindahan alam, keindahan moral, keindahan intelektual. Keindahan seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang tehadap seni.Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh pengamat objeknya.Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni.Keindahan alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita.Keindahan yang ada bisa dinikmati oleh penglihatan kita.Keindahan moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku kita sehari-hari. Keindahan intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan.
Keindahan atau estetika dilihat dari suku katanya berasal dari kata indah. Dari asal kata indah tersebut dapat kita pahami bahwa artinya yaitu bagus, permai, cantik dan sebagainya. Sedangkan jika dilihat dari bahasa Inggris, adalah beautiful. Penyebutan indah dalam bahasa Perancis, yaitu beau, dalam bahasa Italia juga Spanyol adalah bello. Sedangkan menurut bahasa latin, kata indah adalahbellum. Dapat disimpulkan bahwa keindahan adalah segala sesuatu yang membuat diri maupun hati manusia terkagum-kagum akan suatu pesona dari hasil karya seni yang dibuat dan dilihat.

B. HUBUNGAN MANUSIA DAN KEINDAHAN
Manusia adalah sesuatu yang indah, karena mereka menyukai terhadap keindahan alam maupun terhadap keindahan seni. Keindahan alam adalah “keharmonisan yang menakjubkan dan hukum-hukum alam”, yang dibukakan untuk mereka yang mempunyai kemampuan untuk menerimanya. Sedangkan keindahan seni adalah keindahan buatan atau hasil ciptaan manusia, yaitu buatan seseorang (seniman) yang mempunyai bakat untuk menciptakan sesuatu yang indah, sebuah karya seni. Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan. Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut. keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.

Pada hakikatnya manusia dan keindahan itu tidak bisa dipisahkan. Semua merupakan bagian hidup manusia sehingga perlu dilestarikan. Caranya dengan menuangkan dalam berbagai bentuk kesenian oleh masyarakat umum dan seniman dapat berupa seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater. Setiap karya seni pastinya memiliki daya tarik yang sangat indah dan dari masa ke masa daya tarik dari perkembangan seni tersebut akan selalu bertambah.
Adapun dalam konteks dunia seni bagi seorang seniman membuat karya seni dengan berimanjinasi lalu diwujudkan dalam bentuk karya seni. Lingkup dunia estetis atau keindahan bagi manusia sangat luas. Apalagi ditambah dengan perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi diabad modern sekarang ini.Dunia seni semakin berkembang pesat bersinergi dan menyatu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

C. CARA – CARA MENGETAHUI KEINDAHAN
Caranya antara lain lewat renungan, keserasian, kehalusan, kontemplasi. Terdapat beberapa cara untuk mengetahui keindahan, yaitu sebagai berikut.
1.      Renungan  maksudnya kegiatan dengan cara diam diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu secara sedalam dalamnya. Misalnya seseorang ingin membuat suatu karya seni rupa awalnya pasti belum memiliki ide tentang karya seni rupa yang ingin dibuat. Kemudian ia merenung dahulu akan membuat karya seni rupa lalu dengan cara menyendiri atau pergi ke suatu tempat agar bisa tenang dan dapat berfikir supaya menemukan ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat.
2.       Keserasian  maksudnya mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang. Keserasian pada hakikatnya sebagai bagian dalam mewujudkan keindahan. Contoh nya dalam dunia seni musik, misalnya lagu yang diciptakan merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi rendah, panjang pendek, keras halus namun terpadu sehingga unik dan indah didengar telinga kita. Namun saat mendengar nada sumbang kita pun merasa kecewa karena tidak enak didengar juga tidak ada keserasian dalam penciptaan lagu tersebut.
3.      Kehalusan  berarti lembut, baik atau budi bahasa, berada. Atau bisa dikatakan kehalusan berarti sifat sifat yang halus. Adapun dalam dunia seni kehalusan bisa diberikan contoh dalam seni berteater memakai kata kata halus jadi bisa disukai dan diterima oleh para penontonnya.
4.      Kontemplasi  merupakan suatu kegiatan bermeditasi, menerungkan atau berfikir secara mendalam dalam pencarian makna, nilai, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan sebuah karya seni.

D. HUBUNGAN KEINDAHAN DENGAN SENI
Keindahan yang diperbincangkan dalam tulisan ini adalah keindahan seth, sehingga tidak terlepas dan pembicaraan tentang seni atau karya seni (keindahan seni, seni sebagai intuisi dan cita-cita seni). Keindahan tentang seni telah lama menarik perhatian para ahli atau filosof. Sejak jaman Plato sampai jaman modern sekarang ini. Teori tentang keindahan seni (artistik) muncul, karena mereka berpendapat bahwa seni adalah pengetahuan persepsi perasaan yang khusus. lstilah “estetika”, yang dikemukakan untuk pertama kali oleh Baumgarten, dipergunakan untuk membicarakan teori tentang keindahan seni (artistik). Kemudian pengertian estetika berkembang, akhir-akhir ini diberi arti sebagai “ilmu pengetahuan tentang seni”.
Manusia memiliki sensibilitas esthetis, karena itu manusia tak dapat dilepaskan dan keindahan. Manusia membutuhkan keindahan dalam kesempurnaan (keutuhan) pribadinya. Tanpa estetika ini, kemanusiaan tidak lagi mempunyai perasaan dan semua kehidupan akan menjadi steril. Demikian eratnya kehidupan manusia dengan keindahan, maka banyak para ahli/cendekiawan mengadakan studi khusus tentang keindahan. Teori tentang keindahan dan seni dikembangkan dan dimasukkan ke dalam pengertian “estetika”. Aslinya estetika berarti “tentang ilmu penginderaan” yang sesuai dengan pengertian etinologisnya. Tetapi kemudian diberi pengertian yang dapat diterima lebih luas ialah teori tentang keindahan dan seni.
Filosof yang pertama memperlakukan estetika sebagai suatu bidang studi khusus ialah Baumgarten (1735). Baumgarten mengkhususkan penggunaan istilah ‘estetika” untuk teori tentang keindahan artistik, karena ia berpendapat seni sebagai pengetahuan perseptif perasaan yang khusus. Tetapi filosof lain yaitu Kant tidak sependapat, sehingga ia tidak pernah menggunakan istilah estetika dalam memperbincangkan teori tentang keindahan dan seni.
Aristoteles menggunakan istilah “puitik” dan untuk teori keindahan artistik, yang oleh Baumgarten dijadikan bagian khusus dan estetika.Dahulu estetika dianggap sebagai suatu cabang filsafat, sehingga memiliki atau diberi pengertian sebagai sinonim dan filsafat seni. Tetapi sejak akhir abad 19, lebih-lebih akhir- akhir ini ada suatu gejala yang menekankan sifat-sifat imperis, oleh karena itu menganggap sebagai “ilmu pengetahuan tentang seni”.

E.  PERASAAN KEINDAHAN (SENSIBILITAS ESTETIS)
Manusia dikatakan adalah makhluk berpikir atau homosapiens. Tetapi manusia itu bukan semata-mata makhluk yang berpikir, sekedar homo sapiens yang steril. Manusia disamping makhluk berpikir, juga merasa dan mengindera. Melalui panca indera manusia dapat merasakan sesuatu. Apabila manusia merasakan akan sesuatu itu menyenangkan atau menggembirakan dan sebagainya, timbul perasaan puas. Demikian juga terjadi, kepuasan timbul setelah seseorang melihat atau merasakan sesuatu yang indah. Rasa kepuasan itu lahir setelah perasaan keindahan yang ada pada setiap orang itu bangkit. Tiap-tiap orang memiliki pcrasaan keindahan.

F.   HUBUNGAN KEINDAHAN DENGAN NILAI
Batasan nilai bisa mengacu pada berbagai hal seperti minat, kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban agama, kebutuhan, keamanan, hasrat, keengganan, daya tarik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perasaan dari orientasi seleksinya (Pepper, dalam Sulaeman, 1998). Rumusan di atas apabila diperluas meliputi seluruh perkembangan dan kemungkinan unsur-unsur nilai, perilaku yang sempit diperoleh dari bidang keahlian tertentu, seperti dari satu disiplin kajian ilmu. Di bagian lain, Pepper mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Sementara itu, Perry (dalam Sulaeman, 1998) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek.
Ketiga rumusan nilai di atas, dapat diringkas menjadi segala sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek, menyangkut segala sesuatu yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. Seseorang dalam melakukan sesuatu terlebih dahulu mempertimbangkan nilai. Dengan kata lain, mempertimbangkan untuk melakukan pilihan tentang nilai baik dan buruk adalah suatu keabsahan. Jika seseorang tidak melakukan pilihannya tentang nilai, maka orang lain atau kekuatan luar akan menetapkan pilihan nilai nnluk dirinya. Seseorang dalam melakukan pertimbangan nilai bisa bersifat subyektif dan bisa juga bersifat objektif. Pertimbangan nilai subjektif terdapat dalam alam pikiran manusia dan bergantung pada orang yang memberi pertimbangan itu. Sedangkan pertimbangan objektif beranggapan bahwa nilai-nilai itu terdapat tingkatan-tingkatan sampai pada tingkat tertinggi, yaitu pada nilai fundamental yang mencerminkan universalitas kondisi fisik, psikologi sosial, menyangkut keperluan setiap manusia di mana saja.
 Dalam kajian filsafat, terdapat prinsip-prinsip untuk pemilihan nilai, yaitu sebagai berikut.
  • Nilai instrinsik harus mendapat prioritas pertama daripada nilai ekstrinsik. Sesuatu yang berharga instrinsik, yaitu yang baik dari dalam dirinya sendiri dan bukan karena menghasilkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang berharga secara ekstrinsik, yaitu sesuatu yang bernilai baik karena sesuatu hal dari luar. Jika sesuatu itu merupakan sarana untuk mendapat sesuatu yang lain. Semua benda yang bisa digunakan untuk aktivitas mem-punyai nilai ekstrinsik.
  • nilai ini tidak harus terpisah. Suatu benda dapat bernilai instrinsik dan ekstrinsik. Contoh pengetahuan, mempunyai nilai instrinsik baik dari dirinya sendiri dan mempunyai nilai ekstrinsik apabila digunakan untuk kepentingan pembangunan baik di bidang ekonomi, politik, hukum, maupun bidang-bidang yang lainnya.
  • Nilai yang produktif secara permanen didahulukan daripada nilai yang produktif kurang permanen. Beberapa nilai, seperti nilai ekonomi akan habis dalam aktivitas kehidupan. Sedangkan nilai persahabatan akan bertambah jika dipergunakan untuk membagi nilai akal dan jiwa bersama orang lain. Oleh karena itu, nilai persahabatan harus didahulukan daripada nilai ekonomi.
Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keindahan sangat berhubungan dengan nilai. Hal ini dikarenakan nilai akan muncul apabila seseorang memandang sesuatu objek dengan keindahan. Semakin tinggi tingkat keindahan suatu objek maka akan semakin tinggi pula nilai yang diberikan sesorang terhadap objek tersebut, begitu pula sebaliknya.

Sebuah karya seni pastinya memiliki keindahan nilai intrinsik dan ekstrinsik seperti berikut.
1.      Nilai Ekstrinsik Maksudnya sifat baik dari suatu benda karya seni,yaitu sebagai alat atau sarana untuk membantu dalam kehidupan manusia.
2.      Nilai Intrinsik Maksudnya Merupakan sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demu kepentingan itu sendiri.contohnya,sebuah lukisan yang dibuat seorang seniman memiliki arti dan maksud dari lukisan yang ia buat.

G. SIFAT – SIFAT KEINDAHAN KARYA SENI
.
Supaya dapat menilai keindahan karya seni itu indah atau tidak,terlebih dahulu kalian harus memahami sifat-sifat keindahan . Berikut akan diungkapkan sifat keindahan. Sifat keindahan antara lain Keindahan itu kebenaran, keindahan itu abadi, keindahan itu mempunyai daya tarik, keindahan itu universal, keindahan itu wajar, keindahan itu kenikmatan.
1.      Keindahan itu Kebenaran
Maksudnya,keindahan karya seni dibuat benar-benar oleh seniman bukan hasil tiruan atau jiplakan.Contohnya lukisan asli Monalisa
2.      Keindahan itu Abadi
Abadi atau dalam bahasa asing Immortal merupakan salah satu sifat keindahan karya seni.Jadi sebuah hasil karya seni itu tidak akan prnahdilupakan,tidak hilang atau susut dari masa atau tidak terikat waktu.
3.      Keindahan itu Mempunyai Daya Tarik
 Daya tarik itu sesuatu yg membuat orang ingin melihat,sehingga terpikat perhatian dari sebuah karya seni.Intinya sebuah karya seni yg baik adalah mampu menarik perhatian orang,menyenangkan,tidakmembosankan.Misalnya sebuah tempat wisata,yg kaya akan ukiran dan karya seni 3 dimensi seperti Candi Sewu mampu menyenangkan orang,jga mempunyai daya tarik,oleh karena itu dikatakan Candi Sewu tersebut indah.
4.      Keindahan itu Universal
Universal maksudnya luas dan mendunia,jadi karya seni itu di sukai orang dimana saja berbeda daerah atau negara didunia jika melihat karya seni di media internet atau media lainnya dan menyatakan indah berarti karya seninya bagus.
5.      Keindahan itu wajar
Wajar maksudnya kaya seni yang indah itu tidak berlebihan juga tidak minim, atau apa adanya. Contohnya, seorang artis yang nampak cantik apa adanya jika difoto. Namun bila diberi tambahan aplikasi B612 akan tampak berbeda dari aslinya dan hasil fotonya terkesan berlebihan.
6.      Keindahan itu kenikmatan
Kenikmatan dari sebuah karya seni maksudnya mampu memberikan kesenangan atau memberikan kepuasan. Biasanya seorang pencipta karya seni akan puas dan sangat senang apabila karyanya dikatakan indah. Misalnya sebuah novel karya seorang penulis yang diangkat menjadi film dan mendapat respond bagus dari khalayak umum, serta banyak penontonnya sehingga membuat pengarang buku tersebut merasa puas.

H.  UNSUR KEINDAHAN
Unsur – unsur keindahan yaitu kesatuan / unity, kerumitan / complexity, kesungguhan / intensity.
Unsur yang membuat indah benda estetis karya seni, diantaranya sebagai berikut
1.      kesatuan (unity) kesatuan maksudnya benda karya seni dinilai indah / estetis yang tersusun secara baik atau sempurna bentuknya
2.      Kerumitan (completixity) Kerumitam maksudnya karya seni yang tercipta kaya akan isi maupun unsur- unsur yang saling berlawanan atau mengandung perbedaan-perbedaan yang halus.
3.      Kesungguhan (intensity). Kesungguhan maksudnya karya seni yang dibuat harus mengandung kwalitas tertentu yang menonjol , bukan sekedar sesuatu yang kosong
Pada hakikatnya setiap manusia menyukai setiap karya seni yang mengandung unsur keindahan.  Adapun untuk menciptakan keindahan , seniman bisa memainkan warna dalam seni rupa ,dalam seni musik bisa memainkan dan mengabung alat musik, dalam seni tari bisa memainkan gerak baru dan dalam dunia teater bisa memainkan cerita yang indah.

 I. MANFAAT MEMPELAJARI KEINDAHAN
Estetika atau Keindahan itu merupakan salah satu bidang pengetahuan yang sangat penting sekali dipahami serta dipelajari. Lebih lebih bagi manusia yang sangat menyukai dan ingin menjadi seorang seniman,penting sekali mempelajari mengenai estetika atau keindahan. Bukan hanya seniman saja seorang pengamat atau kritikus juga harus memahami soal estetika atau keindahan. Berikut manfaat yang didapatkan dalam mempelajari estetika atau keindahan,  yaitu:
1.      Mampu memahami tentang rasa indah pada umumnya juga perihal kesenian pada khusus nya.
2.      Memperluas wawasan mengenai berbagai unsur unsur objektif yang membangkitkan rasa indah pada manusia .
3.      Memahami berbagai unsur-unsur subjektif yang berpengaruh terhadap kemampuan menikmati rasa indah.
4.      Menumbuhkan rasa cinta kepada dunia kesenian dan kebudayaan bangsa, serta mampu meningkatkan kemampuan dalam mengapresiasi (menghargai) kesenian dan kebudayaan bangsa.
5.      Meningkatkan serta memupuk kehalusan rasa pada umumnya.
6.      Mampu memahami mengenai kaitan antara wujud berkesenian dengan tata kehidupan, dan tata kebudayaan.
7.      Meningkatkan keahlian dan kemampuan menilai karya seni.
8.      Menumbuhkan sikap waspada dari berbagai pengaruh-pengaruh negatif yang mampu merusak mutu kesenian dan berbahaya terhadap kelestarian aspek-aspek dan nilai-nilai tertentu dari kebudayaan kita.
9.      Memperkokoh masyarakat dalam keyakinan akan kesusilaan,moralitas,perikemanusiaan, dan ketuhanan
10.  Melatih serta memberi wawasan yang luas dan bekal bagi kehidupan spiritual dan psikologi kita.

Senin, 06 Agustus 2018

KONSEP SENI


BAB II
KONSEP SENI

A.    PENGERTIAN SENI SECARA UMUM
Seni sebagai salah satu unsur budaya manusia keberadaannya telah mengalami perkembangan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Dimulai dari bentuk seni yang sederhana di zaman prasejarah hingga mencapai bentuk yang lebih kompleks di zaman modern sekarang ini. Istilah seni dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti permintaan atau pencarian. Kata Art (Inggris) bermakna kemahiran, art (s) dapat diartikan sebagai kegiatan atau hasil pernyataan perasaan keindahan manusia (Sofyan Salam, 2001). Kata ars inilah yang kemudian berkembang menjadi l'arte (Italia), l'art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu artinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah pengertiannya seni ini.
Saat ini, seni sebagai segala bentuk yang memiliki nilai keindahan adalah pengertian yang dipahamai oleh masyarakat pada umumnya. Pengertian umum tersebut diantaranya seperti yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni diartikan sebagai keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dan sebagainya) (Depdikbud, 1989:816). Bentuk-bentuk (karya seni) yang memiliki nilai keindahan tersebut diyakini memberikan kenikmatan dan kepuasan terhadap jasmani-rohani, pencipta (kreator) ataupun penikmatnya (apresiator). Kesenian tradisional kita, gamelan misalnya, dikatakan sebagai paduan suara (nada) yang indah yang mengenakkan telinga (pendengaran). Hiasan berupa ukiran yang menempel pada dinding ruangan memberikan kesemarakan pandangan mata. Tarian daerah yang lembut dan gemulai juga menyejukkan rasa, setelah kita menikmati dan menghayatinya.
Seni adalah hasil atau proses kerja dan gagasan manusia yang melibatkan kemampuan terampil, kreatif, kepekaan indera, kepekaan hati dan pikir untuk menghasilkan suatu karya yang memiliki kesan indah, selaras, bernilai seni dan lainnya. Dalam penciptaan suatu kerja seni yang dilakukan oleh para seniman dibutuhkan kemampuan terampil kreatif secara khusus sesuai jenis karya seni yang dibuatnya.
Berikut ini beberapa pengertian seni yang dikemukakan oleh para tokoh / seniman :
1.        Aris toteles memberikan definisi bahwa seni merupakan sebuah kemampuan membut sesuatu dalam hubungannnya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan
2.        Pengertian seni yang menekankan pada kegiatan rohani dikemukakan oleh Akhdiat Kartamiharja. Menurut Akhdiat, seni adalah kegiatan psikis (rohani)manusia yang merefleksi kenyataan (realitas). Hal tersebut terjadi karena bentuk dan isi karya tersebut memiliki daya untuk membangkitkan atau menggugah pengalaman tertentu dalam alam psikis (rohani) si penikmat atau apresiator.
3.        Plato, filsuf dari Yunani
        Seni adalah hasil tiruan alam ( Ars Imitatur Narutam ). Pandangan Plato ini menganggap bahwa suatu karya seni merupakan tiruan obyek / benda yang ada di alam, atau karya yang sudah dibuat sebelumnya.
4.        Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pendidikan Nasional
       Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya yang bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia.
5.        Thomas Munro, Ahli Seni dan Filsuf dari Amerika
        Seni adalah buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya.
6.        Pengertian seni yang lain dapat dijumpai dalam Everyman Encyclopedia, yang menyebutkan bahwa seni merupakan segala sesuatu yang dilakukan orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan, ataupun karena kebutuhan spiritual. Adapun benda yang dikategorikan sebagai benda seni yaitu alat musik gamelan, ukiran kayu, dan lain-lain sejenisnya. Walaupun demikian benda kebutuhan pokok tersebut dapat berhubungan erat pula dengan seni.
7.         Benedetto Croce, Filsuf dari Italia
         Seni adalah ungkapan kesan-kesan. Seni memiliki kebebasan untuk mengungkapkan segala khayalan atau pengalaman intutif yang terkumpul dibatinnya.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat dirangkum bahwa seni adalah segala kegiatan manusia untuk mengkomunikasikan pengalaman batinnya pada orang lain, yang divisualisasikan dalam tata susunan yang indah dan menarik, sehingga dapat menimbulkan kesan rasa senang atau puas bagi yang menghayatinya (Ida Herawati, 1999).
Menurut Sorhardjo, A.J. (1990) orang dapat merasakan nikmat tanpa dibarengi kenikmatan. Dalam hal ini kesenangan dan kenikmatan bisa datang bersama-sama atau kadang-kadang tidak. Dari uraian di atas menunjukkan bahwa pengertian seni mencakup tiga aspek, yaitu :
a.       Pembuat / pencipta yang disebut seniman dan pekerja seni.
b.      Hasil ciptaan atau buatan seniman yang yang disebut karya seni.
c.       Aspek penikmat seni yang disebut juga pengamat seni
Teori-teori seni pada dasarnya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok pemikiran:
1. Teori Mimesis
Teori-teori ini berpijak pada pemikiran bahwa seni adalah suatu usaha untuk menciptakan tiruan alam. Kata mimesis berasal dari kata Yunani dimana teori ini pertama kali dicetuskan oleh Plato.
 2. Teori Instrumental
Teori-teori ini berpijak pada pemikiran bahwa seni mempunyai tujuan tertentu dan bahwa fungsi dan aktivitas seni sangat menentukan dalam suatu karya seni. Misalnya fungsi-fungsi edukatif, fungsi-fungsi propaganda, religius dan sebagainya.Cabang lain dari teori ini adalah seni sebagai sarana penyampaian perasaan, emosi dan sebagainya. Seni adalah sarana kita untuk mengadakan kontak dengan pribadi si seniman ataupun bagi seniman untuk berkomunikasi dengan kita.

1.      Teori Formalistis
Teori-teori ini merupakan reaksi terhadap kedua teori di atas karena menganggap bahwa keduanya tidak memberikan standar penilaian estetis. Mereka berpendapat bahwa elemen-elemen bentuk pada suatu karya seni juga memancarkan nilai-nilai estetis.
2.      Teori-teori abad 20
Teori-teori yang lebih praktis dan menitik beratkan pada kritik dan apresiasi. Seni adalah suatu tindakan kreatif, pertama-tama ia adalah suatu realita yang diciptakan dan kedua ia harus bisa memberikan kesempatan dan kemampuan untuk pnghayatan estetis.

B.     PENGERTIAN SENI BUDAYA

Pengertian Seni Budaya
   Setelah memahami seni dan budaya.Drai sehi etimologisnya, kata seni diambilkan dari istilah bahasa Sansekerta berupa kata sani yang artinya setiap hal yang sengaja dibuat oleh manusia dengan menghadirkan unsur keindahan serta mampu membangkitkan perasaan dirinya dan bagi orang lain.Supaya lebih memahami seni budaya,berikut disajikan definisi seni budaya menurut para ahli/pakar kesenian dan pakar kebudayaan.
a. Sartono Kartodirjo
     Seni budaya sebagai suatu sistem yang koheren yang nenjalankan komunikasi efektif,antara lain dengan melalui satu bagian saja dapat nenunjukkan keseluruhannya.
b. Harry Sulastianto
     Menurut pendapat Harry Sulastianto seni budaya merupakan ksahlian mengekspresikan ide ide dan penikiran estetika, serta berimajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah yang mampu menciptakan peradaban yang lebih maju.
c. Ida Bagus Putu Perwira
     Ida Bagus Putu Perwira mengemukakan bahwa yang dimaksud seni budaya itu adalah penunjang sarana upacara adat.
d. M. Thoyibi
    M. Thoyibi memiliki pemikiran berbeda mengenai seni budaya, dimana beliau mengartikan seni budaya sebagai penjelmaan rasa seni yang sudah membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rentang perjalanan sejarah peradaban manusia.
   Berdasarkan definisi para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa seni budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia tentang cara hidup berkembang secara bersama pada suatu kelompok yang memiliki unsur keindahan atau estetika secara turun temurun dari generasi ke generasi

C.    SIFAT DASAR SENI

Adapun seni memiliki 5 ciri yaitu bersifat kreatif, individualitas, ekspresif, abadi dan hidup sepanjang masa serta universal.
1.       .Seni Bersifat Kreatif Seni itu berbagai bentuk kegiatan manusia yang selalu menciptakan karya baru dari masa ke masa
2.       Seni Bersifat Individualisme Sebuah karya seni yang tercipta telah dibuat seorang seniman berciri personal, subjektif, dan individual
3.       C.Seni Bersifat Ekspresif , maksudnya saat membuat karya seni seorang seniman mengkespresikan perasaan estetisnya kedalam karya seninya selanjutnya diapresiasi oleh para penikmat seni
4.       D.Seni Bersifat Abadi dan Hidup Sepanjang Masa Memang seni tidak bisa musnah serta akan selalu hidup sepanjang masa. Pada dasarnya karya seni yang diciptakan seorang seniman akan diapresiasi dan tidak akan terhapuskan oleh waktu.
5.       E.Seni Bersifat Universal Seni itu berkembang diseluruh dunia bukan hanya disuatu tempat saja. Seni juga tidak bisa terpisah kehidupan masyarakat, yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan sampai di zaman modern.

D.    STRUKTUR SENI

Struktur seni antara lain sebagai penghubung sejumlah unsur yang membentuk karya seni, tema, media atau bahan / alat, gaya atau style.

Struktur seni merupakan unsur yang membangun suatu hal.  Jadi karya seni
Juga da strukturnya, diantara sebagai berikut
1.         Struktur seni dipakai sebagai penghubung sejumlah unsur"seni yang  Kemudian membentuk karya seni yang memiliki satu kesatuan yang utuh Supaya lebih paham mengenai struktur seni kita ambilkan contohnya dalam Bidang seni rupa terdapat unsur garis, warna, bentuk, bidang dan tekstur sebagai  Pembentuk seni rupa tersebut. Sedangkan didalam seni musik terdapat unsur irama dan Melodi sebagai pembentuk sebuah musik bidang seni tari terdapat unsur irama, wirasa, wiraga, dan merupa sebagai pembentuk gerakan tari . Juga dalam bidang seni teater terdapat unsur gerak ,suara dan lakon sebagai pembentuk penyajian teater baik tradisional maupun non tradisional atau teater modern
2.         Tema juga merupakan struktur seni, dimana tema sebagai ide pokok yang dipersonalkan dalam karya seni. Dengan tema ini, seni bisa terbentuk dan terstruktur dengan baik. Tema karya seni bisa berupa dari objek alam, alam kebendaan, suasana atau peristiwa yang penting atau menarik.
3.         Media atau bahan / alat merupakan berbagai bahan serta perawatan yang dipakai dalam membuat karya seni. Tanpa adanya medium mustahil bisa menciptakan karya seni. Teknik - teknik juga termasuk dalam medium berkarya seni.
4.         Gaya atau style sangat penting dalam pembuatan karya seni. Gaya atau style menjadi ciri khas dari suata karya seni yang tercipta
E.     FUNGSI SENI

Fungsi seni antara lain ritual, pendidikan, komunikasi, hiburan, artistic, guna (terapan), kesehatan (terapi). Seni memiliki fungsi,di antaranya sebagai berikut.

1.      Fungsi Ritual
    Seni berhubungan dengan adat serta budaya.Seni umumnya di pakai untuk upacara adat seperti di pakai untuk upacara yang berhubungan dengan adat istiadat seperti untuk upacara berkaitan dengan kelahiran,kematian,ataupun pernikahan.
   Contohnya pemakaian alat musik gemelan untuk mengiringi upacara adat di Bali,yaitu Ngeben.Gamelan tersebut terdiri atas seperangkat alat gamelan berupa gamelan luwang,angklung,dan gambang.
2.      Fungsi Pendidikan
   Seni yang berkembang di pakai sebagai media pembelajaran di sekolah misalnya musik.
   Contohnya penampilan ansambel alat musik seperti suling recorder,gitar dengan memainkan lagu daerah atau lagu perjuangan oleh siswa di sekolah.Hal tersebut bernilai pendidikan serta di ajarkan di sekolah karena ilmu seni memiliki nilai sosial,kerja sama dan disiplin.
3.      Fungsi Komunikasi
   Suatu seni yang dipamerkan atau di pentaskan dipakai sebagai media komunikasi kepada masyarakat luas.Juga bisa di pakai untuk kritik sosial melalui media seni tertentu seperti lagu,wayang kulit,wayang orang dan seni teater,dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan.
   Contohnya lagu ciptaan Iwan Fals yang di pakai untuk kritik sosial.
4.      Fungsi Hiburan
   Manusia hidup memerlukan hiburan,di sini seni sangat berfungsi sebagai media hiburan.
   Contohnya dalam seni rupa adanya pameran karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi sangat menghibur penikmat seni.Bisa juga dalam seni musik penampilan musik tradisional,musik etnik atau grup band sangat menghibur penontonnya.Begitu juga adannya penampilan tari atau teater sangat membuat para penonton lebih bersemangat dan menjadi lebih indah hidupnya.
5.      Fungsi Artistik
   Bagi seseorang seniman berfungsi sebagai media ekspresinya lalu di sajikan dalam bentuk karyanya tidak untuk hal yang komersial.
   Contohnya penampilam dari musik kontemporer,tari kontemporer dan seni rupa kontemporer.Para pengunjung tidak bisa menikmatinya karena tidak paham maksudnya,yang bisa memahami serta menikmatinya hanya para seniman dan komunitasnya.
6.      Fungsi Guna (Seni Terapan)
   Karya seni yang tercipta di buat bisa bermanfaat atau berguna bagi kehidupan manusia.Seperti karya kerajinan tangan yang di buat dengan mempertimbangkan aspek kegunaan.
   Contohnya dalam pembuatan seni kriya,bisa di pergunakan untuk perlengkapan/peralatan rumah tangga misalnya kayu di buat untuk ukiran kayu meja,lemari,kursi dan sebagainya.
7.      Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi)
   Ternyata seni bisa berguna atau berfungsi untuk mengobati orang sakit.
    Contohnya pengobatan untuk pasien.Dengan mendengarkan musik yang beralunan lembut,dapat menenangkan pasien tersebut.Berdasarkan penelitian ternyata terapi musik bisa menyembuhkan penderita autisme,gangguan psikologis trauma dan sebagainya.

F.     MACAM –MACAM SENI

SENI TARI
Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, tenaga dan waktu. Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.
Pengertian tari menurut beberapa pakar antara lain :
1.           La Mery adalah ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus di internalisasikan.
2.           Hawkins adalah tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta.
3.           Curt Sach adalah tari merupakan gerak yang ritmis
4.           Susanne K. Langer berpendapat bahwa tari adalah gerak ekspresi manusia yamg indah
5.           Cory Hamstrong menyatakan bahwa tari merupakan gerak yang di beri bentuk dalam ruang
6.           Soedarsono menyatakan bahwa tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak – gerak ritmis yang indah.
7.           HB. Datuk Tumbdijo adalah kegiatan ekspresi jiwa manusia yang merefleksikan keadaan nyata dalam suatu karya yang melibatkan gerak – gerak anggota tubuh (meliputi gerak kaki, kepala, badan, tangan dll) baik yang teratur maupun yang tidak teratur.
8.           Edy Sedyawati adalah cakupan kegiatan olah fisik yang tujuan akhirnya adalah ekspresi keindahan dengan pengembangan kepekaan akan rasa gerak dan rasa irama.
9.           Pengertian lain seni tari adalah hasil ekspresi jiwa yang diwujudkan lewat tubuh sebagai media dan diciptakan oleh para empu tari yang dalam penciptaannya berdasarkan konsep – konsep.
10.       Achdiat K Miharjo adalah kegiatan ekspresi jiwa yang merefleksikan realita (keadaan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman – pengalaman tertentu dalam jiwa penerima
Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yamg memiliki maksud tertentu. Tari dapat diakumulasikan adalah gerak – gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.
PENGERTIAN SENI MUSIK
Seni musik berasal dari dua kata, yaitu “seni” dan “musik”. Etimologi kata “seni” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “penyembahan, pelayanan, pemberian”. Ada juga yang mengatakan bahwa asal mula istila “seni” berasa dari bahasa Belanda genie yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “jenius”. Sedangkan etimologi kata “musik” berasal dari bahasa Inggris music yang berasal dari bahasa Yunani mousikê. Seni musik adalah salah satu cabang seni yang menggunakan olah vokal, melodi, harmoni, ritme, dan tempo sebagai sarana mengekspresikan perasaan atau emosi penciptanya. .
Untuk lebih jelas mengenai pengertian dari musik, di bawah ini ada beberapa referensi terpercaya yang pernah menjelaskan apa itu musik. Berikut pengertian musik diuraikan dalam beberapa versi.
1.      Musik menurut wikipedia adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Musik - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
2.      Dalam Kata Kamus Besar Bahasa Indonesia musik dapat diartikan ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
3.      Pendapat Jamalus bahwa seni musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.
4.      Aristoteles mengatakan bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
5.      Dan menurut David Ewen, musik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.
6.      Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa musik adalah Suatu bentuk pengekspresian diri ( pencipta music ) yang di tuangkan melalui susunan tinggi rendah nada yang memiliki unsur-unsur musik dan disusun secara musikal. Unsur music yang dimaksud adalah Melodi, harmoni, Ritme, bentuk dan struktur, ekspresi, gaya atau style.


PENGERTIAN SENI RUPA
Pengertian seni rupa adalah cabang seni yang membuat objek yang dapat dinikmati terutama melalui bentuknya. Seni Rupa adalah salah satu bagian kesenian yang penerapannya berbentuk dua atau tiga dimensi sebab memiliki panjang dan lebar, serta volume. Seni rupa adalah ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain.
Seni rupa adalah seni yang cara pengungkapannya diwujudkan dalam bentuk rupa, yang meliputi unsur garis, warna, bidang, tekstur, gelap terang, dan titik. Seni rupa adalah realisasi dari sebuah imajinasi yang tanpa batas dan tidak ada batasan dalam sebuah karya seni. Sehingga dalam berkarya seni tak akan kehabisan ide dan imajinasi.
Pengertian seni rupa adalah hasil ciptaan kualitas, hasil ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria tertentu yang diciptakan menajdi suatu struktur sehingga dapat dinikmati menggunakan indera mata dan peraba. Pengertian Seni Rupa Lengkap - Seni Rupa adalah salah satu bagian kesenian yang penerapannya berbentuk dua atau tiga dimensi karena memiliki panjang dan lebar, serta volume. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain. 
Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.
Ada yang mengelompokkan seni rupa dalam tiga bagian yaitu seni rupa tradisional, seni rupa modern dan seni rupa kontemporer. Pengertian seni rupa yang tradisional adalah seni rupa yang dibuat dengan mengikuti pola pola, aturan, atau “pakem” tertentu yang menjadi pedoman seni dan dibuat berulang ulang tanpa merubah bentuk aslinya. Adapun aturan aturan yang dimaksud berhubungan dengan bentuk, pola, corak, penggunaan warna, bahan, dan ukuran.Aspek aspek dalam berkarya seni rupa tradisional seperti pengertian seni rupa tradisional diatas masih bertahan hingga saat ini. Pengertian  seni rupa modern adalah seni rupa yang mengutamakan kreativitas dan inovasi sehingga menciptakan sesuatu yang baru. Seni rupa modern meninggalkan aturan aturan yang ada terhadap seni rupa tradisional.
Pengertian seni rupa kontemporer adalah seni rupa yang dipengaruhi oleh kreativitas dan kekinian yang terjadi seperti kondisi sekitar seperti keadaan politik dan lainnya.
PENGERTIAN SENI TEATER
Kata seni teater dapat diartikan berbeda beda menurut beberapa negara seperti dalam bahasa Perancis "Teatre", dalam bahasa Inggris "Teater", serta dalam bahasa Yunani "Teatron". Seni teater memiliki pengertian secara  sempit maupun pengertian secara luas. Pengertian seni teater secara sempit adalah sebuah drama yang sudah tertulis dalam naskah yang telah dibuat sebelumnya, kemudian dipertunjukan diatas panggung pertunjukan serta disaksikan oleh umum atau banyak orang. Sedangkan pengertian seni teater secara luas adalah seluruh adegan peran yang langsung dipertunjukan kepada banyak orang tanpa ada naskah tertulis, sehingga pemain dapat mengimprovisasikan apa yang akan mereka perankan. Contoh arti seni teater secara luas meliputi ketoprak, janger, dagelan, sulap, serta pertunjukan pertunjukan lainnya.
Seni teater adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, seni teater adalah sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Kata teater diambil dari bahasa Yunani, theatron, yang artinya tempat atau gedung pertunjukan. Istilah ‘teater’ dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas, pengertian seni teater adalah seluruh adegan akting dan peran yang dipertunjukan di atas panggung di depan banyak penonton. Contohnya ketopak, wayang, sintren, dagelan, akrobat. Sedangkan secara sempit, pengertian seni teater adalah adegan tentang perjalanan hidup seseorang yang dibuat sedemikian rupa sehingga patut untuk dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung pertunjukan dan didramakan sesuai dengan naskah yang telah dibuat.
Beberapa ahli juga mendefinisikan pengertian seni teater atau drama antara lain :
1.      Moulton : kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan.
2.      Balthazar Vallhagen : kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.
3.      Ferdinand Brunetierre : sebuah kehendak yang dilakukan dengan aksi atau gerak.
4.      Anne Civardi : kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan.
5.      Budianta : genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.
6.      Seni Handayani dan Wildan : bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dia, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
Begitu banyak pengertian seni teater. Namun, kata kunci yang dapat diambil dari banyaknya definsi di atas: seni teater adalah sebuah kesenian yang berasal dari naskah yang didramakan di atas panggung dan dilihat oleh khalayak umum. Secara umum teater didefinisikan ke dalam beberapa arti yakni Secara etimologis teater diartikan sebagai gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti sempit Teater merupakan segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dalam artian yang lebih luas, Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media yaitu percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dan lain sebagainya.
G.    NILAI SENI TEATER
Nilai seni diantaranya nilai intrinsic, nilai ekstrinsik dan nilai instrumental
Seni itu memiliki nilai nilaididalamnya ,dilihat dari ilmu filsafat nilai dalam karya seni itu ada empat,diantaranya sebagai berikut.
a.       Nilai intrinsik
Nilai intrinsik merupakan nilai yang terdapat di dalam karya seni tersebut. Misalnya dalam karya seni rupa terdapat garis,bidang,warna,gelap,terang,ruang,dan tekstur.
b.      Nilai Ekstrinsik
Nilai ekstrinsik merupakan nilai yang terdapatdiluar karya seni. Biasanya berupa nilai dalam hal simbolis yang memiliki makna, pesan, atau harapan-harapan diluar bentuk fisiknya itu.
c.       Nilai Instrumental
Suatu karya seni dapat dikatakan memiliki nilai instrumental jika karya seni tersebut dapat dipakai untuk melakukan tugas dalam rangka penciptaan seni serta dalam hal memenuhi kebutuhan. Contohnya seperti hasil karya desain peralatan elektronika, seperti kamera handphone, dan komputer bisa memenuhi kebutuhan