2. Urutan gerak tari gambyong
Bagian pertama ( Kebar I ) dengan gending ldr. Pareanom lrs. Pelog patet Nem adalah :
Srisig miwir sampur
Kebyok kedua sampur, kebyak sampur
Ulap – ulap kanan, srisig kiri
Merong laras kebyok sampur kiri
Penthangan kanan, srisig kiri
Panggel
3. a) Bagian II dengan gendhing Gambir Sawit adalah :
Batangan
Pilisan srisig kiri, magag
Laku telu, nacah miring, srisig kiri, magag
Ukel pakis, Sindhet ukel karno
Penthangan kanan, ogeg lambung
Gajah goling, magag
Kawilan penthangan kiri, srisig magag
Tumpang tali glebagan, sindhet ukel karno, srisig magag
Tawing taweng ogek lambung, sindhet ukel karno srisig magag
Tumpang tali. Kengseran, singget ukel karno
Lembehan sampur kiri nacah miring, sampur kanan magag
Kawilan menthang kiri srisig
b) Bagian Ketiga ( Kebar II ) dengan ldr. Pareanom adalah :
Trap sekar
Srisig kiri
Srisig kanan
Rabu, 23 Maret 2011
sejarah gambyong
1. Sejarah Gambyong
Tari gambyong merupakan perkembangan bentuk tari taledhek. Gambyong dapat juga berarti tarian tunggal yang dilakukan oleh wanita / tari yang dipertunjukkan untuk permulaan penampilan tari / pesta tari. Sedangkan gambyongan mempunyai arti golekan (boneka yang terbuat dari kayu) yang menggambarkan wanita menari di dalam pertunjukan wayang kulit sebagai penutup. Gambyong mengungkapkan keluwesan wanita dan bersifat erotis.
Istilah gambyong pada mulanya adalah nama seorang penari tayub / taledhek barangan yang memiliki kemampuan tari dan vokal / suara sangat baik sehingga sangat terkenal. Gambyong semula adalah nama seorang waranggana (wanita terpilih wanita penghibur)yang pandai menari dengan sangat indahdan lincah. Namanya Mas Ajeng Gambyong. Penari tayub / taledek barangan yang bernama gambyong telah ada sejak masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwana IV yang hidup pada awal abad XIX sekitar tahun 1814 M
2. Identifikasi gambyong berdasarkan jenis tari
Tari gambyong merupakan salah satu bentuk tari tradisional jawa tari putri gaya surakarta yang merupakan hasil perpaduan tari rakyat dengan tari kraton. Pada awalnya tari gambyong sebagai bagian dari tari tayub / tari taledek yang hidup di lingkungan rakyat kemudian berubah menjadi bentuk tari yang berkembang di lingkungan kraton.
Tari gambyong merupakan perkembangan bentuk tari taledhek. Gambyong dapat juga berarti tarian tunggal yang dilakukan oleh wanita / tari yang dipertunjukkan untuk permulaan penampilan tari / pesta tari. Sedangkan gambyongan mempunyai arti golekan (boneka yang terbuat dari kayu) yang menggambarkan wanita menari di dalam pertunjukan wayang kulit sebagai penutup. Gambyong mengungkapkan keluwesan wanita dan bersifat erotis.
Istilah gambyong pada mulanya adalah nama seorang penari tayub / taledhek barangan yang memiliki kemampuan tari dan vokal / suara sangat baik sehingga sangat terkenal. Gambyong semula adalah nama seorang waranggana (wanita terpilih wanita penghibur)yang pandai menari dengan sangat indahdan lincah. Namanya Mas Ajeng Gambyong. Penari tayub / taledek barangan yang bernama gambyong telah ada sejak masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwana IV yang hidup pada awal abad XIX sekitar tahun 1814 M
2. Identifikasi gambyong berdasarkan jenis tari
Tari gambyong merupakan salah satu bentuk tari tradisional jawa tari putri gaya surakarta yang merupakan hasil perpaduan tari rakyat dengan tari kraton. Pada awalnya tari gambyong sebagai bagian dari tari tayub / tari taledek yang hidup di lingkungan rakyat kemudian berubah menjadi bentuk tari yang berkembang di lingkungan kraton.
perkembangan gambyong
Sejarah Tari Gambyong
1. Peran dan Fungsi Tari Gambyong
Peranan tari gambyong dalam kehidupan masyarakat, menyebabkan tetap hidup dan berkembang sesuai dengan zamannya. Fungsi seni pertunjukan dalam kehidupan menusia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu sebagai sarana upacara, hiburan pribadi dan tontonan. Berpijak pada fungsi seni pertujukkan itu, tari gambyong memiliki fungsi sebagai berikut :
a. sarana upacara yaitu gambyong disajikan sebagai bagian tari tayub yang disajikan untuk tujuan upacara tertentu misalnya upacara panen padi, bersih desa, perkawinan. Perkembangan akhir – akhir ini tari gambyong sering dipertunjukkan untuk penyambutan pembukaan dalam berbagai acara misalnya acara peresmian gedung, pembukaan acara kegiatan seperti penataran, konggres dan festifal
b. hiburan (pribadi) yaitu tari gambyong disajikan dalam acara perayaan misalnya ulang tahun kenegaraan, pesta – pesta perkawinan, khitanan dan sebagainya
c. tontonan yaitu tari gambyong disajikan dalam acara pementasan wayang orang, ketoprak, acara lomba dan acara khusus menyajikan tari gambyong.
2. Perkembangan Tari Gambyong
Tari gambyong pada awalnya adalah bagian tari tayub / taledek yang hidup di kalangan rakyat kemudian berubah menjadi bentuk tari yang berkembang di lingkungan keraton. Tari gambyong mengalami perkembangan dalam bentuk sajian dan koreografi. Perkembangan bentuk awalnya didominasi oleh kreatifitas dan interpretasi penari dan pengendang. Selanjutnya perkembangan gambyong di dominasi oleh koreografi – koreografi tari gambyong. Perkembangan tari gambyong diawali dengan munculnya tari gambyong pareanom susunan Nyi bei Mintoraras tahun 1950 di Mangkunegaran. Setelah itu muncul tari gambyong di luar Mangkunegaran diantaranya gambyong gambirsawit, gambyong pangkur, gambyong ayun –ayun, gambyong campursari, gambyong sala minulya, gambyong mudhatama, gambyong dewandaru.
1. Peran dan Fungsi Tari Gambyong
Peranan tari gambyong dalam kehidupan masyarakat, menyebabkan tetap hidup dan berkembang sesuai dengan zamannya. Fungsi seni pertunjukan dalam kehidupan menusia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu sebagai sarana upacara, hiburan pribadi dan tontonan. Berpijak pada fungsi seni pertujukkan itu, tari gambyong memiliki fungsi sebagai berikut :
a. sarana upacara yaitu gambyong disajikan sebagai bagian tari tayub yang disajikan untuk tujuan upacara tertentu misalnya upacara panen padi, bersih desa, perkawinan. Perkembangan akhir – akhir ini tari gambyong sering dipertunjukkan untuk penyambutan pembukaan dalam berbagai acara misalnya acara peresmian gedung, pembukaan acara kegiatan seperti penataran, konggres dan festifal
b. hiburan (pribadi) yaitu tari gambyong disajikan dalam acara perayaan misalnya ulang tahun kenegaraan, pesta – pesta perkawinan, khitanan dan sebagainya
c. tontonan yaitu tari gambyong disajikan dalam acara pementasan wayang orang, ketoprak, acara lomba dan acara khusus menyajikan tari gambyong.
2. Perkembangan Tari Gambyong
Tari gambyong pada awalnya adalah bagian tari tayub / taledek yang hidup di kalangan rakyat kemudian berubah menjadi bentuk tari yang berkembang di lingkungan keraton. Tari gambyong mengalami perkembangan dalam bentuk sajian dan koreografi. Perkembangan bentuk awalnya didominasi oleh kreatifitas dan interpretasi penari dan pengendang. Selanjutnya perkembangan gambyong di dominasi oleh koreografi – koreografi tari gambyong. Perkembangan tari gambyong diawali dengan munculnya tari gambyong pareanom susunan Nyi bei Mintoraras tahun 1950 di Mangkunegaran. Setelah itu muncul tari gambyong di luar Mangkunegaran diantaranya gambyong gambirsawit, gambyong pangkur, gambyong ayun –ayun, gambyong campursari, gambyong sala minulya, gambyong mudhatama, gambyong dewandaru.
Kamis, 17 Maret 2011
MACAM - MACAM GERAK
Macam – macam gerak kepala, badan, tangan, kaki
1. Kepala adalah lenggut, leher ulo mangap, pacak gulu, polatan, gedeg, banteng gambul dan lain sebagainya
2. Badan adalah hoyog, engkyek, leyek, nglebag, ogek lambung
3. Tangan adalah malangkerik, menthang, panggel, ngrayung, baya mangap, nyekiting, nyempurit, naga rangsang, kebyak, kebyok dan lain sebagai.
4. Kaki adalah debeg, gejug, kengser, srisig, trecet, humadeg, napak, mendak, nylekething, jinjit dan lain sebagainya.
1. Kepala adalah lenggut, leher ulo mangap, pacak gulu, polatan, gedeg, banteng gambul dan lain sebagainya
2. Badan adalah hoyog, engkyek, leyek, nglebag, ogek lambung
3. Tangan adalah malangkerik, menthang, panggel, ngrayung, baya mangap, nyekiting, nyempurit, naga rangsang, kebyak, kebyok dan lain sebagai.
4. Kaki adalah debeg, gejug, kengser, srisig, trecet, humadeg, napak, mendak, nylekething, jinjit dan lain sebagainya.
SUMBER - SUMBER GAGASAN TARI
Macam – macam sumber gagasan tari
Seniman dalam menciptakan sebuah karya seni tari langkah awal dengan menentukan gagasan tari. Seniman dalam menentukan gagasan tari haruslah berdasarkan konsep tertentu yang di dalamnya terdapat aspek kehidupan manusia dan unsure – unsure estetis. Contoh – contoh sumber gagasan antara lain cerita rakyat, kehidupan sehari – hari, dongeng dan legenda.
1. Cerita rakyat
Gagasan tari dapat bersumber dari cerita rakyat. Cerita rakyat biasanya bersifat turun – temurun dan diceritakan dari mulut ke mulut (oral) dan jarang diceritakan secara tertulis. Cerita rakyat beraneka ragam di setiap daerah menjadi karya tari yang beragam. Gagasan tari yang bersumber pada cerita rakyat merupakan jenis tari yang susunan gerak tarinya tidak mengacu pada pola, norma keindahan, atau kaidah yang pasti. Contohnya tarian sacral yaitu tari baris, gabor dari bali. Tarian profan seperti tari pencak silat, suntrep, tarawangsa, jatilan, panah. Jaran kepang, kuda lumping, jaipongan, banyumasan, payung, lilin, saman, topeng betawi, punan leto.
2. Kehidupan sehari – hari
Kegiatan dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari juga dapat dijadikan sebagai sumber gagasan dalam penciptaan seni tari. Cita – cita menjadi motivasi dan dinamika gerak, sedangkan idealisme menjadi bobot yang kreatif. Pengalaman akan membawa bentuk sendirinya, terwujud atas keseimbangan segala keunsurannya Yang terpadu dalam kemantapan, pilihan dan rasa. Daur kehidupan yang dapat dijadikan sumber untuk gagasan tari antara lain peristiwa kelahiran, potong gigi, potong rambut yang pertama, turun tanah, kematian, berburu, menanam padi, panen, pembangunan tempat suci, persiapan perang dan lain sebagainya. Contoh tari hudog dari kaltim, tari rejang, tari sang hyang dedari.
3. Donge ng
Tiap – tiap daerah memiliki kekayaan dongeng dengan beragam nilai. Hal ini dapat dijadikan sumber gagasan / tema tari. Contoh tarian yang bersumber gagasan dari dongeng antara lain tari kecak dari bali, tari mahabarata dan Ramayana, tari kuncaran, tari topeng, tari samba, tari kecak.
4. Legenda
Legenda yang mengakar pada kehidupan masyarakat juga merupakan sumber pembentuk tema karya seni tari. Legenda berasal dari legend yang berarti cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungan dengan peristiwa sejarah. Contoh tarian adalah reog ponorogo.
Seniman dalam menciptakan sebuah karya seni tari langkah awal dengan menentukan gagasan tari. Seniman dalam menentukan gagasan tari haruslah berdasarkan konsep tertentu yang di dalamnya terdapat aspek kehidupan manusia dan unsure – unsure estetis. Contoh – contoh sumber gagasan antara lain cerita rakyat, kehidupan sehari – hari, dongeng dan legenda.
1. Cerita rakyat
Gagasan tari dapat bersumber dari cerita rakyat. Cerita rakyat biasanya bersifat turun – temurun dan diceritakan dari mulut ke mulut (oral) dan jarang diceritakan secara tertulis. Cerita rakyat beraneka ragam di setiap daerah menjadi karya tari yang beragam. Gagasan tari yang bersumber pada cerita rakyat merupakan jenis tari yang susunan gerak tarinya tidak mengacu pada pola, norma keindahan, atau kaidah yang pasti. Contohnya tarian sacral yaitu tari baris, gabor dari bali. Tarian profan seperti tari pencak silat, suntrep, tarawangsa, jatilan, panah. Jaran kepang, kuda lumping, jaipongan, banyumasan, payung, lilin, saman, topeng betawi, punan leto.
2. Kehidupan sehari – hari
Kegiatan dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari juga dapat dijadikan sebagai sumber gagasan dalam penciptaan seni tari. Cita – cita menjadi motivasi dan dinamika gerak, sedangkan idealisme menjadi bobot yang kreatif. Pengalaman akan membawa bentuk sendirinya, terwujud atas keseimbangan segala keunsurannya Yang terpadu dalam kemantapan, pilihan dan rasa. Daur kehidupan yang dapat dijadikan sumber untuk gagasan tari antara lain peristiwa kelahiran, potong gigi, potong rambut yang pertama, turun tanah, kematian, berburu, menanam padi, panen, pembangunan tempat suci, persiapan perang dan lain sebagainya. Contoh tari hudog dari kaltim, tari rejang, tari sang hyang dedari.
3. Donge ng
Tiap – tiap daerah memiliki kekayaan dongeng dengan beragam nilai. Hal ini dapat dijadikan sumber gagasan / tema tari. Contoh tarian yang bersumber gagasan dari dongeng antara lain tari kecak dari bali, tari mahabarata dan Ramayana, tari kuncaran, tari topeng, tari samba, tari kecak.
4. Legenda
Legenda yang mengakar pada kehidupan masyarakat juga merupakan sumber pembentuk tema karya seni tari. Legenda berasal dari legend yang berarti cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungan dengan peristiwa sejarah. Contoh tarian adalah reog ponorogo.
Selasa, 14 September 2010
komposisi tari
Unsure – unsure komposisi tari
Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga, ruang dan waktu, namun juga terdapat unsure – unsure lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi komposisi yang disebut dengan tari. Unsure – unsure itu adalah desain lantai, desain atas, desain music, desain dramatic, tema, tata rias / busana dan tata rambut, tata pentas, tata lampu, tata suara property, dan komposisi kelompok, penyusunan acarayang disebut dengan unsure – unsure komposisi tari.
Desain lantai atau floor design adalah garis yang dilalui penari di atas lantai atau garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Pola lantai ada 2 pola dasar yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung. Pola lantai garis lurus formasi yang dibuat membentuk garis lurus yaitu ke depan, belakang, samping, serong, huruf V, seitiga, segi empat, huruf T, atau zig zag. Pola lantai garis lengkung dapat dimodifikasi dengan model lengkung ke depan, samping, belakang, serong, melingkar, angka 8 dan lain sebagainya.
Design atas atau air design adalah design yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai atau garis yang terlukis di udara. Macam – macam design atas yaitu datar, dalam, vertical, horizontal, kontras, murni, statis, lurus, lengkung, bersudut, spiral, tinggi, medium, rendah, terlukis, lanjutan, tetunda, simetris, asimetris.
Design musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari pola ritmik dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi, harmoni dan frase music.
Design dramatic adalah tahap – tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap ini perlu agar tarian menarik, dan tidak terkesan monoton. Tahapan ini penonton dapat merasakan perbedaan bagian awal, klimaks dan penurunan. Klimaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam tari. Untuk mencapai klimaks dapat digunakan dengan cara memperceoat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari, menambah dinamika gerak atau justru berhenti sama sekali. Dua jenis desain dalam tari yaitu kerucut ganda dan desain kerucut tunggal.
Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi – variasi di dalam tari tersebut. Variasi berupa penggunaan tenaga dalam gerak, tempo, tinggi rendah (level), pergantian posisi penari serta perubahan suasana. Dinamika tari memberikan kesan tarian menarik, tidak membosankan dan tidak terkesan monoton
Tema adalah Ide persoalan dalam tari. Sumber tema berasal dari Tuhan, manusia dan alam sekitar.
Tata Rias, tata rambut dan tata busana adalah rias wajah, tata rambut, tata busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Tata rias adalah seni menggunakan bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah sesuai dengan peran yang dibawakan. Tata rias ada 2 yaitu rias tradisi dan non tradisi. Tata rias dalam pertunjukan tari ada 3 yaitu rias wajah kolektif yang berfungsi untuk memperbaiki bagian – bagian yang kurang sempurna, rias wajah karakter yang berfungsi memperjelas karakter tokoh, dan rias wajah fantasi yang bertujuan untuk mewujudkan angan – angan / imajinasi. Fungsi tata rias ada 2 yaitu:
a. Fungsi pokok yaitu tata rias yang didasarkan pada karakter ( mengubah wajah dari muda jadi tua)
b. Fungsi bantuan yaitu tata rias yang digunakan dalam tingkatan rias sederhana dan semata – mata untuk menambah kecantikan atau ketampanan.
Tata rambut ada 2 yaitu rambut tradisional yang modelnya disesuaikan dengan adapt dan gaya rambut masing – masing serta rambut non tradisional yang disesuaikan dengan konsep tari.
Tata busana dirancang sesuai dengan tema tari. Kostum atau tata busana adalah segala sandang dan perlengkapan yang dikenakan saat pentas atau pertujukan. Kostum dikelompokkan 4 macam yaitu kostum dasar, body, kepala, assesories. Alternatif bahan membuat busana bermacam – macam yaitu kain kertas, plastik, daun dan lain sebagainya.
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pagelaran tari. Tata pentas panggung memiliki 2 jenis bentuk panggung yaitu panggung terbuka dan panggung tertutup. Panggung tertutup disebut dengan proscenium yaitu penonton dari satu pandang, dan berada di dalam suatu ruangan. Contohnya pentas di kelas, aula dan lain sebagainya. Panggung terbuka di sebut auditorium dan berada di luar ruangan yang tidak beratap. Contohnya pura, pendopo, halaman rumah, lapangan dan lain sebagainya.
Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan, penciptaan suasana dan memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Sumber cahaya antara lain berasal dari api lilin, obor dan listrik.
Tata suara adalah seperangkat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari contoh tape, CD player, MP3 dan lain – lain
Property adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Alat ini berupa benda yan dibawa atau dapat pula benda yang menempel pada penari itu sendiri. Penari dalam membawakan property dituntut dapat trampil menggunakan alat tersebut, karena dapat memantapkan pengungkapan ekspresinya. Dengan melihat property tari dapat juga diketahui karakternya. Property ini ada yang berupa senjata dan non senjata. Property yangyang berupa senjata meliputi pedang, tameng, tombak, godo, alugara, panah , keris dan lain –lain. Property yang berupa non senjata meliputi paying, kipas, piring, lilin, sampur, bokor dan lain sebagainya.
Komposisi kelompok sangat diperlukan dalam penggarapan tari. Tari tunggal dan pasangan menggunakan komposisi kelompok yang sederhana dibanding dengan jumlah penari tiga atau lebih. Garapan tari kelompok dibutuhkan mendesain tari kelompok agar semakin cermat, teliti, dan memperhitungkan teliti dan kemungkinan yang dapat membosankan. Untuk penari kelompok dengan jumlah penari 5 dibutuhkan aspek serempak yaitu semua penari melakukan gerakan serempak, bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama, arah hadap dan arah pelaksanaan gerak sama.
Penyusunan acara perlu dipertimbangkan agar pertunjukan tidak monoton, dan membosankan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan dengan pilihan koreografer, pilihan cerita, pilihan asal tari, hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan urutan penampilan, dari sederhana sampai berbobot. Nomor penampilan dan buku program dibutuhkan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan, susunan koreografer, dan orang - orang yang terlibat dalam pertunjukan.
Pada dasarnya sebuah tarian tidak hanya terdiri dari susunan gerak yang telah mengalami proses stilisasi atau distorsi atau penggarapan dari aspek tenaga, ruang dan waktu, namun juga terdapat unsure – unsure lain yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi komposisi yang disebut dengan tari. Unsure – unsure itu adalah desain lantai, desain atas, desain music, desain dramatic, tema, tata rias / busana dan tata rambut, tata pentas, tata lampu, tata suara property, dan komposisi kelompok, penyusunan acarayang disebut dengan unsure – unsure komposisi tari.
Desain lantai atau floor design adalah garis yang dilalui penari di atas lantai atau garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Pola lantai ada 2 pola dasar yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung. Pola lantai garis lurus formasi yang dibuat membentuk garis lurus yaitu ke depan, belakang, samping, serong, huruf V, seitiga, segi empat, huruf T, atau zig zag. Pola lantai garis lengkung dapat dimodifikasi dengan model lengkung ke depan, samping, belakang, serong, melingkar, angka 8 dan lain sebagainya.
Design atas atau air design adalah design yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai atau garis yang terlukis di udara. Macam – macam design atas yaitu datar, dalam, vertical, horizontal, kontras, murni, statis, lurus, lengkung, bersudut, spiral, tinggi, medium, rendah, terlukis, lanjutan, tetunda, simetris, asimetris.
Design musik adalah pola ritmik dalam sebuah tari pola ritmik dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi, harmoni dan frase music.
Design dramatic adalah tahap – tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap ini perlu agar tarian menarik, dan tidak terkesan monoton. Tahapan ini penonton dapat merasakan perbedaan bagian awal, klimaks dan penurunan. Klimaks merupakan puncak kekuatan emosional dalam tari. Untuk mencapai klimaks dapat digunakan dengan cara memperceoat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari, menambah dinamika gerak atau justru berhenti sama sekali. Dua jenis desain dalam tari yaitu kerucut ganda dan desain kerucut tunggal.
Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi – variasi di dalam tari tersebut. Variasi berupa penggunaan tenaga dalam gerak, tempo, tinggi rendah (level), pergantian posisi penari serta perubahan suasana. Dinamika tari memberikan kesan tarian menarik, tidak membosankan dan tidak terkesan monoton
Tema adalah Ide persoalan dalam tari. Sumber tema berasal dari Tuhan, manusia dan alam sekitar.
Tata Rias, tata rambut dan tata busana adalah rias wajah, tata rambut, tata busana yang dirancang dan dipakai khusus oleh penari untuk keperluan pementasan tari. Tata rias adalah seni menggunakan bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah sesuai dengan peran yang dibawakan. Tata rias ada 2 yaitu rias tradisi dan non tradisi. Tata rias dalam pertunjukan tari ada 3 yaitu rias wajah kolektif yang berfungsi untuk memperbaiki bagian – bagian yang kurang sempurna, rias wajah karakter yang berfungsi memperjelas karakter tokoh, dan rias wajah fantasi yang bertujuan untuk mewujudkan angan – angan / imajinasi. Fungsi tata rias ada 2 yaitu:
a. Fungsi pokok yaitu tata rias yang didasarkan pada karakter ( mengubah wajah dari muda jadi tua)
b. Fungsi bantuan yaitu tata rias yang digunakan dalam tingkatan rias sederhana dan semata – mata untuk menambah kecantikan atau ketampanan.
Tata rambut ada 2 yaitu rambut tradisional yang modelnya disesuaikan dengan adapt dan gaya rambut masing – masing serta rambut non tradisional yang disesuaikan dengan konsep tari.
Tata busana dirancang sesuai dengan tema tari. Kostum atau tata busana adalah segala sandang dan perlengkapan yang dikenakan saat pentas atau pertujukan. Kostum dikelompokkan 4 macam yaitu kostum dasar, body, kepala, assesories. Alternatif bahan membuat busana bermacam – macam yaitu kain kertas, plastik, daun dan lain sebagainya.
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pagelaran tari. Tata pentas panggung memiliki 2 jenis bentuk panggung yaitu panggung terbuka dan panggung tertutup. Panggung tertutup disebut dengan proscenium yaitu penonton dari satu pandang, dan berada di dalam suatu ruangan. Contohnya pentas di kelas, aula dan lain sebagainya. Panggung terbuka di sebut auditorium dan berada di luar ruangan yang tidak beratap. Contohnya pura, pendopo, halaman rumah, lapangan dan lain sebagainya.
Tata lampu adalah seperangkat penataan lampu untuk keperluan pementasan tari yang fungsinya untuk penerangan, penciptaan suasana dan memperjelas peristiwa pada suatu adegan. Sumber cahaya antara lain berasal dari api lilin, obor dan listrik.
Tata suara adalah seperangkat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik untuk iringan tari contoh tape, CD player, MP3 dan lain – lain
Property adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Alat ini berupa benda yan dibawa atau dapat pula benda yang menempel pada penari itu sendiri. Penari dalam membawakan property dituntut dapat trampil menggunakan alat tersebut, karena dapat memantapkan pengungkapan ekspresinya. Dengan melihat property tari dapat juga diketahui karakternya. Property ini ada yang berupa senjata dan non senjata. Property yangyang berupa senjata meliputi pedang, tameng, tombak, godo, alugara, panah , keris dan lain –lain. Property yang berupa non senjata meliputi paying, kipas, piring, lilin, sampur, bokor dan lain sebagainya.
Komposisi kelompok sangat diperlukan dalam penggarapan tari. Tari tunggal dan pasangan menggunakan komposisi kelompok yang sederhana dibanding dengan jumlah penari tiga atau lebih. Garapan tari kelompok dibutuhkan mendesain tari kelompok agar semakin cermat, teliti, dan memperhitungkan teliti dan kemungkinan yang dapat membosankan. Untuk penari kelompok dengan jumlah penari 5 dibutuhkan aspek serempak yaitu semua penari melakukan gerakan serempak, bergerak dengan motif dan bentuk gerak yang sama, arah hadap dan arah pelaksanaan gerak sama.
Penyusunan acara perlu dipertimbangkan agar pertunjukan tidak monoton, dan membosankan. Pemilihan tata susun urutan koreografi dipertimbangkan dengan pilihan koreografer, pilihan cerita, pilihan asal tari, hingga pada kualitas koreografi yang disusun berdasarkan urutan penampilan, dari sederhana sampai berbobot. Nomor penampilan dan buku program dibutuhkan agar penonton memperoleh informasi awal tentang isi pertunjukan, susunan koreografer, dan orang - orang yang terlibat dalam pertunjukan.
elemen - elemen gerak tari
Elemen – elemen gerak tari
Elemen pokok tari adalah gerak. Rodolf laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari body (gerak bagian kepala, badan, tangan dan kaki), space ( ruang gerak yang terdiri dari level, jarak atau tingkatan gerak), time ( berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dynamic (kualitas gerak menyangkut kuat, lemah, elastis dan penekanan gerakan).
Elemen gerak tari meliputi ruang, waktu dan tenaga. Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh, posisi yang tepat, dan ruang gerak penari itu sendiri. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk / wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang penari digambarkan secara bermakna ke dalam desain atas dan desain lantai (la meri : 1979 : 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Ruang dapat diartikan sebagai tempat dimana menyangkut garis, volume, arah, dan dimensi, level, fokus serta arah pandang dan gerak. Arah ada 2 macam yaitu arah hadap dan arah gerak. Arah hadap menunjukkan dimana penari menghadap sedangkan arah gerak menunjukkan kemana penari bergerak. Fokus adalah titik pandang penari dengan sentral penontonlevel adalah tingkat jangkauan gerak yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan aturan gerak tari itu sendiri. Level berfungsi sebagai pemberi kesan, daya tarik dan menimbulkan kesan dinamis terhadap tari. Level ada 3 yaitu rendah, sedang dan tingi. Dimensi adalah keleluasaan dan kepadatan (densitas) ruang. Ini digunakan sebagai ukuran penari bergerak. Kepadatan atau densitas adalah penguasaan ruang oleh penari.
Waktu adalah cepat lambatnya gerakan yang dilakukan oleh penari. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perubahan posisi dan perubahan kedudukan tubuh. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak, situasi dan kondisi emosional penari. Pemahaman waktu dapat terkait dengan tehnik pengendalian gerak, intensitas gerak, kualitas gerak dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Konsep membangun waktu dipraktikkan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang pendek gerakan, kuat lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Waktu juga dapat berarti tempo. Tempo gerakan merupakan panjang pendek, cepat lama gerakan dilakukan.
Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. Konsep tenaga meliputi tentang berat, energi gerak dan berhubungan dengan ruang.tenaga merupakan pengendalian energi yang diekspresikan kontras perubahan yang dinamis(cepat lambat, tinggi rendah, keras lembut). Jadi faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan tenaga adalah intensitas, tekanan dan kualitas.
Elemen pokok tari adalah gerak. Rodolf laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari body (gerak bagian kepala, badan, tangan dan kaki), space ( ruang gerak yang terdiri dari level, jarak atau tingkatan gerak), time ( berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dynamic (kualitas gerak menyangkut kuat, lemah, elastis dan penekanan gerakan).
Elemen gerak tari meliputi ruang, waktu dan tenaga. Ruang adalah sesuatu yang harus diisi. Ruang dalam tari mencakup aspek gerak yang diungkapkan oleh seorang penari yang membentuk perpindahan gerak tubuh, posisi yang tepat, dan ruang gerak penari itu sendiri. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Desain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk / wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang penari digambarkan secara bermakna ke dalam desain atas dan desain lantai (la meri : 1979 : 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Ruang dapat diartikan sebagai tempat dimana menyangkut garis, volume, arah, dan dimensi, level, fokus serta arah pandang dan gerak. Arah ada 2 macam yaitu arah hadap dan arah gerak. Arah hadap menunjukkan dimana penari menghadap sedangkan arah gerak menunjukkan kemana penari bergerak. Fokus adalah titik pandang penari dengan sentral penontonlevel adalah tingkat jangkauan gerak yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan aturan gerak tari itu sendiri. Level berfungsi sebagai pemberi kesan, daya tarik dan menimbulkan kesan dinamis terhadap tari. Level ada 3 yaitu rendah, sedang dan tingi. Dimensi adalah keleluasaan dan kepadatan (densitas) ruang. Ini digunakan sebagai ukuran penari bergerak. Kepadatan atau densitas adalah penguasaan ruang oleh penari.
Waktu adalah cepat lambatnya gerakan yang dilakukan oleh penari. Kebutuhan waktu yang diperlukan untuk perubahan posisi dan perubahan kedudukan tubuh. Desain waktu berhubungan dengan kecepatan gerak, situasi dan kondisi emosional penari. Pemahaman waktu dapat terkait dengan tehnik pengendalian gerak, intensitas gerak, kualitas gerak dan proses mengaktualisasikan gerakan ke dalam konsep waktu. Konsep membangun waktu dipraktikkan melalui imajinasi gerak hubungannya dengan panjang pendek gerakan, kuat lemah gerak menjadi konsep tentang rangkaian gerak dalam bentuk kalimat gerak. Waktu juga dapat berarti tempo. Tempo gerakan merupakan panjang pendek, cepat lama gerakan dilakukan.
Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Pencerminan penggunaan dan pemanfaatan tenaga yang disalurkan ke dalam gerakan yang dilakukan penari merupakan bagian dari kualitas tari sesuai penghayatan tenaga. Konsep tenaga meliputi tentang berat, energi gerak dan berhubungan dengan ruang.tenaga merupakan pengendalian energi yang diekspresikan kontras perubahan yang dinamis(cepat lambat, tinggi rendah, keras lembut). Jadi faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan tenaga adalah intensitas, tekanan dan kualitas.
Langganan:
Postingan (Atom)