Selasa, 07 Agustus 2012

fungsi dan peranan tari


FUNGSI DAN PERANAN TARI
Beberapa fungsi dan peran seni tari sebagai berikut :
1.        Tari sebagai sarana upacara
fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual. tari dalam upacara pada umumya bersifat sakral dan magis. pada tari upacara faktor keindahan tidak diutamakan, yang diutamakaan adalah kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya. Ciri – ciri tari untuk upacara antara lain :
v diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu, 
v bersifat sacral dan magis,
v ada sesaji,
v dilaksanakan di tempat terbuka dan massal,
v hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat sebagai sarana untuk persembahan,
v sebagai sarana memuja dewa,
v bersifat kebersamaan dan berulang ulang,
v yang datang dianggap peserta upacara bukan penonton ,
v ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci,
v gerak tari imitatif, meniru gerak - gerik alam sekitar,
v ungkapan gerak mirip ekspresi kehendak jiwa penarinya.

2.        Tari sebagai sarana hiburan
salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan. Tari hiburan disebut tari gembira, pada dasarnya tarian gembira tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi tarian ini cenderung untuk kepuasan para penarinya itu sendiri. Keindahan tidak diutamakan, tetapi mementingkan kepuasan individual, bersifat spontanitas dan improvisasi. Tarian ini untuk konsumsi public. Dalam penyajiannya terkait dengan berbagai kepentingan terutama dalam kaitannya dengan hiburan, amal bahkan untuk memenuhi kepentingan public dalam rangka hiburan saja. Cirri – cirri tari hiburan
v  mudah melibatkan peserta
v  pakaiannya bebas
v  relative mudah dipelajari
v  mood yang bergembira ria
v  unsure gerak gembira dan bebas
contoh tari hiburan tari tayub (jatim, jateng), ketuk tilu (jabar), gandrung (banyuwangi), jogged bumbung (bali), serampang dua belas (Sumatra), tari sekar putrid, ratu graheni
3.        Tari sebagai sarana pergaulan
Dalam hal ini tari memiliki fungsi pergaulan antara sesame manusia . contoh tari ketuk tilu, jaipongan, maengket ( Sulawesi) tari tujuah lompat (Maluku)
4.        Tari sebagai penyalur terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental. Pada masyarakat daerah timur jenis tarian ini menjadi pantangan karena adanya rasa tidak sampai hati.
5.        Tari sebagai media pendidikan
Kegiatan tari dapat dijadikan media pendidikan, seperti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang dari nilai – nilai keindahan dan keluhuran karena seni tari dapat mengasah perasaan seseorang
6.        Tari sebagai pertunjukkan
tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat’ tarian ini sengaja disusun untuk dipertontonkan. Oleh sebab itu penyajian tari mengutamakan segi artistiknya yang konsepsional yang mantab, koreografer yang baik serta tema dan tujuan yang jelas. Cirri – cirri tari pertunjukkan
v pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
v adanya factor imajinatif / kreativitas
v adanya ide yang mengandung dan mengarah kepada konteks pementasan yang  professional
v kadang kala pementasannya menghendaki penonton tertentu dengan harapan adanya evaluasi apresiatif yang dijalankan dengan undangan atau karcis
v lokasi pementasan di tempat yang khusus atau teater baik tempat itu berupa gedung pertunjukkan tradisional, modern, panggung terbuka, ataupun panggung tertutup.
v Contoh tari pertunjukan tari piring (Sumatra), tari ngremo(jatim), gambyong ( surakarta)
7.        Tari sebagai media katarsis
Katarsis berarti pembersihan jiwa. Seni tari sebagai media katarsis lebih mudah dilaksanakan oleh orang yang telah mencapai taraf atas penghayatan seni. Oleh karena itu, biasanya jtari ini dilakukan oleh seniman yang hakiki. Namun seorang guru pun bisa melakukannya asal dia mau berlatih dengan kesungguhan, konsentrasi yang penuh, berani dan memiliki kekayaan imajinasi.
Selain memiliki beberapa fungsi tersebut, seni tari juga memiliki peranan yang sama seperti seni – seni lainnya, yaitu tari sebagai media ekspresi, komunikasi, berpikir kreatif dan mengembangkan bakat.

Senin, 06 Agustus 2012

tari berdasarkan bentuk penyajian


TARI BERDASARKAN BENTUK PENYAJIAN
Berdasarkan bentuk penyajiannya, jenis tari dibagi menjadi 4 macam yaitu tari tunggal, tari berpasangan, tari missal dan drama tari.
A tari tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari yang dimainkan mutlak oleh seorang penari. Hal ini berarti bahwa si penari harus mempunyai kemampuan, trampil dalam olah gerak, peka terhadap irama gendhing, dapat mengekspresikan tari yang dibawakan, baik koreografinya maupun karakter tari dengan penuh percaya diri, serta dapat mengolah / mengisi ruang pentas. Sebagai persiapan dalam belajar tari tunggal perlu diperhatikan beberapa hal sebagai bekal yaitu sebagai berikut :
v  Penguasaan ragam gerak sesuai koreografi
v  Penguasaan irama seiring jiwa / karakter tari
v  Penguasaan ruang pentas
v  Rasa percaya diri
Contoh tari putrid tunggal anatara lain Manipuri, golek, gambyong, batik, bondan
Contoh tari putra alus tunggal antara lain gunungsari, menak koncar, pamungkas
Contoh tari putra gagah tunggal antara lain cantrik, kelinci, topeng klana, gatotkaca, kuda – kuda



B. tari berpasangan
Tari berpasangan adalah tari yang dibawakan oleh dua orang penari yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Pada tari berpasangan ini diperlukan keterlatihan gerak dengan partner / lawan main / pasangannya waktu tampil untuk mewujudkan keserasian dan keharmonisan. Dalam seni tradisi tari berpasangan dibedakan menjadi dua
1)      Jenis wireng
Beksan wireng berasal dari kata wira(perwira) dan aeng yaitu prajurit yang unggul yang aeng yang linuwih. Tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan senjata / alat perang. Ciri – ciri tari wireng adalah ditarikan oleh 2 orang baik putra maupun putri, bentuk tarinya sama, pakaiannya sama, tidak mengambil suatu cerita, tidak menggunakan ontowecono (dialog), tidak ada yang kalah / menang, perangnya tanding, gending satu / dua artinya ladrang dteruskan ketawang.
Contoh bogis kembar, bandoyudo

2)      Jenis pethilan
 Tari yang mengambil cerita pewayangan. Ciri – cirinya adalah tarinya boleh sama boleh tidak, pakaiannya tidak sama kecuali lakon kembar, menggunakan ontowecono (dialog), memetik cerita / lakon, ada yang kalah / menang / mati, perang menggunakan gendhing srepeg, sampak, dan gangsaran.
Contoh srikandhi mustakaweni, adaninggar kelasworo, srikandhi cakil, srikandhi burisrawa, karonsih, handaka bugis, anilo prahasto, gatotkaca antorejo, anoman cakil, anoman wilkataksini

C.     Tari kelompok
Tari kelompok adalah tari yang disajikan oleh sekelompok penari yang tidak berpasangan. Jumlah penari bisa 3,4,5 atau lebih

D.    Tari massal
Tari massal adalah tarian yang dimainkan oleh banyak penari. Penyajiannya memerlukan tempat yang luas seperti lapangan , aula dan lain sebagainya.
Tari yang banyak melibatkan penari dibedakan menjadi 2 yaitu
1)      Tari kelompok non cerita artinya tari dengan bentuk koreografi. Susunan gerak tari kelompok yang bertemakan ( nondramatik)
Contoh tari tunggal gambyong, jaranan, tayub, tari dolanan anak
2)      Tari kelompok yang menggunakan cerita ( dramatic) dapat berwujud fragmen atau cerita singkat. Contohnya tari pejuang, sendratari jaka tarub, langendriyan menakjinggo leno

Minggu, 05 Agustus 2012

tari berdasarkan orientasi artistik


TARI BERDASARKAN ORIENTASI ARTISTIK
Tari berdasarkan orientasi artistic lebih menekankan kepada bentuk tari yang menonjolkan penggarapan seni atau estetis secara fulgar. Tarian jenis ini menjadi milik rakyat, istana dan primitive. Jenis – jenis tarian tersebut antara lain tari balet, dan musical dance.  Jenis tari ini terdiri atas tarian yang dipentaskan secara kolosal. Biasanya merupakan bentuk pertunjukkan tari yang dipentaskan berbentuk kebersamaan antara penari dan masyarakat urban yang bergabung di dalamnya.

Rabu, 10 Agustus 2011

tari mancanegara

Tari Mancanegara
Tari mancanegara adalah tarian yang tumbuh dan berkembang di luar Indonesia/ di luar nusantara. Sebagai contoh di sini akan dibahas mengenai tarian klasik yang berasal dari Negara Tiongkok, Cina, Thailand, India, Jepang yang di sesuaikan dengan latar belakang budaya dan kehidupan masyarakat negara setempat
Tarian dari tiongkok istilah menari adalah suatu cara untuk mengungkapkan emosi dan perasaan yang tidak hanya pada individu namun juga karakter suatu bangsa. Tarian tiongkok keasliannya dapat dilacak melalui pahatan kuno ataupun taraian rakyat yang turun – temurun sejak ribuan tahun yang lalu, dimulai dari era Dinasti Zhou 1122 SM hingga 256 SM, terus – turun – temurun hingga periode 5 dinasti (907 – 960M).
Tari cina yang paling terkenal adalah tari singa dan naga. Tari singa ada 2 jenis yaitu singa utara dan singa selatan. Cirri – cirri tari singa utara adalah tarian ini tumbuh dan berkembang di cina bagian utara, fungsi tarinya untuk hiburan raja dan banyak menggunakan gerakan akrobatik, kostum yang digunakan tari singa utara berwarna merah, jingga, kuning ( hijau bagi kostum singa betina). Sedangkan cirri – cirri tari singa selatan adalah tari ini tumbuh dan berkembang di cina bagian selatan, tarian ini berfungsi sebagai upacara istiadat membuang semangat jahat dan meminta tuah, kostum tari singa selatan menggunakan berbagai warna. Selain tarian singa dan naga cina juga memiliki tarian antara lain tarian bunga cina, payung, tahun baru dan lain – lain.
Tari klasik dari thailand yaitu tari ceracap inai. Tarian ini berhubungan dengan sejarah kesultanan malayu malaka semasa baginda music ke hulu sungai Muara. Tarian ini ditarikan dihadapan sultan dan pembesar – pembesar istana. Tarian ini menggunakan property berupa bunga – bungaan, emas dan lilin yang menyala.
Tari klasik India yaitu khatak. Khatak berarti khata atau mendongeng. Khatak sebagai sebuah bentuk tari yang merupakan inti sebuah kisah abadi mengenai kehidupan dengan semua aspeknya. Khatak merupakan satu – satunya corak klasik dengan bahasa yang telah dipengaruhi oleh tradisi Hindu dan Islam. Bagi masyarakat India tarian adalah gabungan antara pemujaan dan luahan perasaan yang mendalam dalam diri seseorang manusia.
Tari klasik jepang yaitu tari nihon buyo, mai dan odori. Mai adalah tarian yang diiringi nyanyian atau music tradisional dengan seluruh bagian telapak kaki tidak pernah diangkat melainkan diseret – seret, walau terkadang ada juga gerakan menghentakkkan kaki. Jenis tari mai adalah kagura, bugaku, shirabyoshi, kusemai, kowakamai, noh, jiutamai. Sedangkan Odori adalah tarian yang diiringi nyanyian atau music tradisional dengan kaki yang bergerak bebas disertai hentakan kaki untuk mengeluarkan suara ditambah gerakan tangan yang disesuaiakan dengan ritme music. Jenis odori adalah nenbutsu odori dan bon odori.

peran tari rakyat, klasik dan kreasi di Indonesia

Peran tari rakyat, tari klasik dan tari kreasi di Indonesia
1. Peran tari rakyat
Tari rakyat tumbuh dan berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Kesenian tersebut mempunyai keunukan – keunikan tersendiri. Berikut ini beberapa contoh kesenian tradisional kerakyatan baik yang berasal dari Jawa Tengah maupun Luar Jawa.
a. Dari Jawa Tengah
1) Tari dolalak dari Purworejo
Tari yang dilakukan oleh beberapa penari dengan berpakaian menyerupai prajurit Belanda / Portugis tempo dulu yang diiringi dengan alat musik kentrung, rebana, kendan dan kencer
2) Patolan / Prisenan dari Rembang
Pertujukan sejenis olah raga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang gelandang / wasit dari masing – masing pihak
3) Kuda kepang, barongan dan wayang krucil dari Blora
4) Kuntulan dan Sintren dari Pekalongan
Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi – bunyian seperti bedug, terbang dan lain sebagainya. Sintren dalah sebuah tari khas yang magis animistis.
5) Obeg dan begalan dari cilacap
Pemain obeg terdiri dari beberapa orang wanita / pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu serta diiringi bunyi – bunyian tertentu
6) Calung dari banyumas
Suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi – bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu
7) Kuda lumping / jaran kepang dari temanggung
Pertunjukan yang menggunakan properti kuda kepang yang berada di daerah temanggung. Kesenian ini dipentaskan secara massal untuk menyambut tamu / pada waktu upacara
8) Lengger dari wonosobo
Kesenian yang dimainkan oleh dua orang laki – laki yang masing – masing berperan sebagai seorang pria dan wanita yang diiringi dengan bunyi – bunyian yang berupa angklung
9) Jatilan dari magelang
Pertunjukan yang dimainkan 8 orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi – bunyian berupa bende, kenong dll
10) Jlantur dari wonogiri
Tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. Tari ini dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang.
11) Ketehek ogleng dari wonogiri
Kesenian yang mengangkat dari cerita panji yang mengisahkan percintaan endang roro tompe dengan ketek ogleng.
b. Dari luar Jawa
1) Tari katreji dari maluku
Tarian pergaulan masyarakat maluku yang digunakan untuk upacara pelantikan raja / kepala desa dan ramah tamah masyarakat dengan tamu kehormatan yang hadir di desa.
Alat musik yang digunakan biola, suling bambu, ukulele, karakas, gitar, tifa dan bas gitar.
2) Tari orlapei dari maluku tengah
Tari yang digunakan untuk menyambut tamu. Tarian ini menggunakan property gaba – gaba ( bagian tangkai dari pohon sagu. Alat musik yang digunakan adalah tifa, suling bambu, ukulele dan gitar
3) Tari terine mamae dari maluku tengah
Sejenis permainan tradisional yang biasanya dimainkan pemuda dan pemudi desa pada hari tertentu.
4) Tari loliyana / tari panen lola dari maluku
Tari kreasi yang mengangkat upacara panen lola ke dalam bentuk pertunjukan dengan berpatokan pada tradisi dan kebudayaan masyarakat kepulauan Teon Nila Serua. Upacara Panen lola dilaksanakan setelah sasi lola dibuka oleh pemangku adat. Sasi adalah larangan / patangan untuk mengumpulkan hasil alam baik hasil laut maupun hutan.
5) Tari kabaresi dari maluku
Tari yang diilhami oleh semangat kepahlawanan dari christina Martha Tiahahu. Alat musik yang digunakan tifa totobuang, rebana, toleng – toleng(kentongan), dan suling bambu

6) Tari panah dari maluku tenggara
Tari yang berasal dari tari perang dengan menggunakan busur dan anak panah. Tari ini digunakan untuk menyambut tamu.
7) Tari gendhing sriwijaya dari sumatera selatan
Tari ini digunakan untuk menyambut tamu. Tari ini ditarikan 9 penari wanita yang berbusana adat aesan gede, selandang mantri, paksangkong, dodot dan tanggai. Tari ini hidup pada masa kerajaan Sriwijaya. Masyarakat palembang mempunyai tarian yang lain yaitu tari tepak/tanggai. Perbedaan tari tepak dengan gending sriwijaya terdapat pada jumlah penari dan busana. Jumlah penari tari tepak 5, gendhing sriwijaya 9 dan untuk busana lebih lengkap yang gending sriwijaya.
2. Peran tari klasik
1) Tari bedaya
Tarian yang ditarikan oleh 9 penari wanita. Nama penarinya antara lain batak, dada, gulu, boncit, endel apit ngajeng, endhel apit mburi, endel weton ngajeng, endel weton mburi, endel pojok. Fungsi tari bedaya pada umumnya menjamu tamu raja, menghormat serta menyambut Nyi Roro Kidul. Jenis – jenis tari bedaya anatara lain bedaya ketawang, pangkur, duradasih, mangunkarya, sinom, endhol – endhol, gandrungmanis, kabor, tejonoto.
2) Tari srimpi
Tarian yang ditarikan oleh 4 orang penari antara lain batak, dada, gulu dan boncit. Jenis tari srimpi antara lain srimpi sangupati, anglir mendung, gondo kusumo dan lain sebagainya
3) Beksan wireng
Beksan wireng berasal dari kata wira(perwira) dan aeng yaitu prajurit yang unggul yang aeng yang linuwih. Tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan senjata / alat perang. Ciri – ciri tari wireng adalah ditarikan oleh 2 orang baik putra maupun putri, bentuk tarinya sama, pakaiannya sama, tidak mengambil suatu cerita, tidak menggunakan ontowecono (dialog), tidak ada yang kalah / menang, perangnya tanding, gending satu / dua artinya ladrang dteruskan ketawang.
4) Tari pethilan
Tari yang mengambil cerita pewayangan. Ciri – cirinya adalah tarinya boleh sama boleh tidak, pakaiannya tidak sama kecuali lakon kembar, menggunakan ontowecono (dialog), memetik cerita / lakon, ada yang kalah / menang / mati, perang menggunakan gendhing srepeg, sampak, dan gangsaran.


5) Tari golek
Tari ini berasal dari Yogyakarta. Tari golek pertama kali ditarikan tahun 1910 pada perkawinan KGPH Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger. Macam – macam tari golek antara lain golek clunthang, montro, surung dayung, sri rejeki, ayun –ayun dan lain sebagainya
3. Peran tari kreasi
1) Tari prawiroguna
Tari yang menggambarkan prajurit yang sedang berlatih perang dengan menggunakan senjata pedang dan tameng
2) Tari tepak – tepak putri
Tari yang menggambarkan kelincahan gerak remaja putri yang sedang bersuka ria memainkan rebana untuk mengiringi pujian / syair yang bernafaskan islam
3) Tari zapin
Tari yang berasal dari sumatera dan digunkan sebagai saran hiburan. Alat musik yang digunakan gambus, gendang, biola, suling, akordion, dumbuk, dan harmonium. Tarian zapin ada 2 yaitu zapin arab dan zapin melayu.
4) Tari dana rebana
Tari yang berasal dari lampung yang mengekspresikan keceriaan dan suka cita. Tarian ini ditarikan oleh 8 orang penari wanita sambil membawa rebana kecil.
5) Kreasi tari legong
Tari yang berasal dari bali. Tari ini mengalami perubahan dari aslinya yaitu pada fungsi dan tempat pementasan. Dahulu fungsi tari untuk upacara bergeser ke hiburan. Tempat pementasan yang digunakan dulu berbentuk memanjang sedangkan sekarang stage melebar.

sejarah dan perkembangan tari

sejarah perkembangan tari
1. tari zaman prasejarah / zaman primitif

Zaman primitif adalah zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Zaman primitif ini berkisar anatara tahun 20.000 SM – 400 M.Pada zaman masyarakat primitive ada 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu kemungkinan tari – tarian hanya diiringi dengan sorak – sorai serta tepukan tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah terdapat peninggalan instrument music yang ada sangkut pautnya dengan tari yaitu nekara atau kendang yang dibuat perunggu. Diantara lukisan – lukisan yang menghias nekara itu ada lukisan yang menggambarkan penari yang pada kepalanya dihias bulu – bulu burung dan daun – daunan. 
 seni muncul dari ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suatu suasana tertentu. lonjakan kegembiraan seseorang saat memperoleh kesenangan akan membentuk gerakan ekspresif , lompatan manusia purba ketika berburu binatang juga terjadi secara spontan. gerakan - gerakan inilah yang kemudian mengkristal dan disusun dalam bentuk tarian. dari berbagai peristiwa sehari - hari kemudian terlahir bentuk - bentuk rangkaian gerak yang diwujudkan dalam bentuk upacra ritual masyarakat purba. dengan diiringi pukulan - pukulan genderang dan sejenisnya, kelompok masyarakat purba bergerak - gerak mengelilingi api unggun yang menyala sambil melantunkan mantra - mantra dan nyanyian - nyanyian persembahan bagi nenek moyang mereka. inilah cikal bakal tumbuhnya tari. 
 Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme, dan dinamisme. Tari ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur dan estetika seni. Tari primitif biasanya merupakan wujud kehendak berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. Ciri tari pada zaman primitif adalah kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk kehendak tertentu sehungga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. ciri – ciri tari primitif antara lain :
1. gerak dan iringan sangat sederhana berupa hentakan kaki, tepukan tangan / simbol suara / gerak – gerak saja yang dilakukan
2. gerakan dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya menirukan gerak binatang karena berburu, proses inisiasi, kelahiran, perkawinan, panen.
3. instrumen sangat sederhana terdiri dari tifa, kendang, / intrumen yang hanya dipukul secara tetap bahkan tanpa memperhatikan dinamika
4. tata rias sederhana bahkan bisa berakulturasi dengan alam sekitar.
5. tari bersifat sakral karena untuk upacara keagamaan.
6. tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Kehidupan masyarakat masih bergerombol, berpindah – pindah dan bercocok tanam.
7. tarian primitif dasar geraknya adalah maksud dan kehendak hati dan pernyataan kolektif.
8. atribut pakaian menggunakan bulu – buluan dan daun – daunan
9. formasi pada tarian primitif biasanya berbentuk lingkaran karena menggambar kekuatan.
10. tarian ini berkembang pada masyarakat yang menganutpola tradisi primitif / purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenk moyang dan penyembahan leluhur. Contoh tari primitif tari bailita dan tari dayang modan.


2. Tari zaman feodal / penjajahan ( 400 M – 1945)
Zaman feodal / zaman penjajahan berkisar antara tahun 400 M – 1945. Jenis Tari zaman feodal ini ditandai dengan bermunculan para pakar tari yang memberikan macam – macam definisi. Tokoh – tokoh tersebut antara lain curt sach, soedarsono, corry hamstrong, la mery dan lain sebagainya. Pada zaman ini tari memiliki berbagai fungsi antara lain tari upacara, tari hiburan, tari pertunjukan. Tari yang berfungsi sebagai upacara ritual dan yang berfungsi sebagai hiburan pribadi sebagian tidak tercakup karena tari ritual pada umumnya lebih mementingkan tujuan dari pada bentuk penyajiannya, sedangkan tari hiburan lebih mementingkan keikutsertaan penari dalam tari itu dari pada kenikmatan untuk menontonnya.
Pada zaman feodal ini tari di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar khususnya India. Selanjutnya muncul Islam melalui kerajaan – kerajaan di Indonesia saat itu, serta pengaruh perluasan wilayah bangsa barat yang kemudian membawa situasi tari di Indonesia lebih modern. Perkembangan tari zaman feodal dianggap baik karena pengaruh agama hindu, seni tari merupakan bagian yang penting dalam upacara keagamaan yang salah satu buktinya yaitu terdapat gambar atau relief candi yang menggambarkan para penari sedang menari diiringi beberapa instrumen musik. Pada zaman Indonesia Hindu lahir tari istana sebagai seni yang memiliki nilai artistik yang tinggi antara lain golek, gambyong. Dengan masuknya pengaruh budaya hindu lahirb wayang wong, sapta bedaya, wayang topeng, sri kepi, klana topeng dan lain sebagainya.
Zaman feodal juga banyak dipengaruhi oleh pengaruh agama Islam. Pengaruh agama Islam yang membawa seni tari lebih berkembang karena digunakan sebagai media penyebaran agama Islam terutama di kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Demak. Pada zaman ini juga muncul beberapa topeng antara lain panji kasatriyan, candra kirana, handoyo, raton, klano, denowo, tembem, pentul dan lain sebagainya. Setelah zaman invasi (perluasan wilayah) bangsa Barat, seni tari lebih berkembang hal ini terbukti dengan banyaknya tari yang diciptakan oleh penata tari dan bangsawan antara lain tari bedhaya, Srimpi, beksan, wireng, dan drama tari (sendratari). Pada zaman feodal / penjajahan juga banyak muncul tari yang bertemakan kepahlawanan / heroik antara lain tari pejuang, bandayuda, prawiroguna, keprajuritan dan lain sebagainya.
3. Tari zaman modern ( zaman setelah indonesia merdekan sampai sekarang)
Jenis tari zaman modern ini ditandai dengan munculnya koreografer – koreografer individu yang menciptakan karya – karya baru, lebih sebagai ekspresi diri dari pada ekspresi komunal. Gagasan koreografer individual sebagai sebuah aspek penting dari dampak kebudayaan barat. Tokoh – tokoh tari modern antara lain isadora Duncan, Martha Graham, doris Humphrey, Mary Wigman dan lain sebagainya. Tokoh tari modern dari Indonesia salah satunya adalah Sardono W Kusumodan Sal Murgiyanto. Karya tari yang muncul pada zaman modern ini antara lain Dongeng dari Dirah, Meta Ekologi, Hutan yang Merintih. Di Indonesia pada masa setelah merdeka juga muncul tari yang bernuansa tradisional garapan baru yaitu tari Karno Tanding, Tari Retno Ngayuda, Tari Retno Tinanding, Tari Menak Koncar dan lain sebagainya

Rabu, 23 Maret 2011

urutan gerak tari gambyong

2. Urutan gerak tari gambyong
Bagian pertama ( Kebar I ) dengan gending ldr. Pareanom lrs. Pelog patet Nem adalah :
 Srisig miwir sampur
 Kebyok kedua sampur, kebyak sampur
 Ulap – ulap kanan, srisig kiri
 Merong laras kebyok sampur kiri
 Penthangan kanan, srisig kiri
 Panggel
3. a) Bagian II dengan gendhing Gambir Sawit adalah :
 Batangan
 Pilisan srisig kiri, magag
 Laku telu, nacah miring, srisig kiri, magag
 Ukel pakis, Sindhet ukel karno


 Penthangan kanan, ogeg lambung
 Gajah goling, magag
 Kawilan penthangan kiri, srisig magag
 Tumpang tali glebagan, sindhet ukel karno, srisig magag
 Tawing taweng ogek lambung, sindhet ukel karno srisig magag
 Tumpang tali. Kengseran, singget ukel karno
 Lembehan sampur kiri nacah miring, sampur kanan magag
 Kawilan menthang kiri srisig
b) Bagian Ketiga ( Kebar II ) dengan ldr. Pareanom adalah :
 Trap sekar
 Srisig kiri
 Srisig kanan