Rabu, 23 Maret 2011

perkembangan gambyong

Sejarah Tari Gambyong
1. Peran dan Fungsi Tari Gambyong
Peranan tari gambyong dalam kehidupan masyarakat, menyebabkan tetap hidup dan berkembang sesuai dengan zamannya. Fungsi seni pertunjukan dalam kehidupan menusia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu sebagai sarana upacara, hiburan pribadi dan tontonan. Berpijak pada fungsi seni pertujukkan itu, tari gambyong memiliki fungsi sebagai berikut :
a. sarana upacara yaitu gambyong disajikan sebagai bagian tari tayub yang disajikan untuk tujuan upacara tertentu misalnya upacara panen padi, bersih desa, perkawinan. Perkembangan akhir – akhir ini tari gambyong sering dipertunjukkan untuk penyambutan pembukaan dalam berbagai acara misalnya acara peresmian gedung, pembukaan acara kegiatan seperti penataran, konggres dan festifal
b. hiburan (pribadi) yaitu tari gambyong disajikan dalam acara perayaan misalnya ulang tahun kenegaraan, pesta – pesta perkawinan, khitanan dan sebagainya
c. tontonan yaitu tari gambyong disajikan dalam acara pementasan wayang orang, ketoprak, acara lomba dan acara khusus menyajikan tari gambyong.
2. Perkembangan Tari Gambyong
Tari gambyong pada awalnya adalah bagian tari tayub / taledek yang hidup di kalangan rakyat kemudian berubah menjadi bentuk tari yang berkembang di lingkungan keraton. Tari gambyong mengalami perkembangan dalam bentuk sajian dan koreografi. Perkembangan bentuk awalnya didominasi oleh kreatifitas dan interpretasi penari dan pengendang. Selanjutnya perkembangan gambyong di dominasi oleh koreografi – koreografi tari gambyong. Perkembangan tari gambyong diawali dengan munculnya tari gambyong pareanom susunan Nyi bei Mintoraras tahun 1950 di Mangkunegaran. Setelah itu muncul tari gambyong di luar Mangkunegaran diantaranya gambyong gambirsawit, gambyong pangkur, gambyong ayun –ayun, gambyong campursari, gambyong sala minulya, gambyong mudhatama, gambyong dewandaru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar